close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Tingkatkan Tali Silaturrahmi, Pemdes Loyok Adakan Acara Halal Bihalal

Lombok Timur, PorosLombok.com | Pemerintah desa Loyok kecamatan Sikur...

Gandeng Disdukcapil, RSUD Selong Launching Program Pepadu Sakti

Lombok Timur, PorosLombok - Penjabat Bupati Lombok Timur H....

Belum Juga Diberikan SK, Sejumlah ASN Pemprov NTB Bingung Mau Ngantor Dimana

Mataram, PorosLombok.com | Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov...

Sebanyak 259 Narapidana Lapas Selong Diusulkan Mendapat Remisi Idul Fitri 1445 H

LOTIM – PorosLombok.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong Kanwil Kemenkumham NTB, telah mengusulkan sebanyak 259 warga binaan untuk memperoleh remisi khusus pada Hari Raya Idulfitri 2024 atau 1445 H.

“Alhamdulillah sebanyak 259 orang telah kita usulkan dapat RK I (pengurangan sebagian masa hukuman) ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) Kemenkumham RI, saat ini masih tahap verifikasi,” terang Sihabudin, Selasa (02/4/2024).

Kalapas Kelas IIB Selong, Ahmad Sihabudin merinci, dari jumlah tersebut sebanyak 129 orang merupakan napi kasus tindak pidana umum sementara sisanya 130 orang terdiri dari 124 Tindak Pidana Narkotika dan 6 orang tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Sekret dan Gerai Perpu Lotim Resmi di Launching

Adapun besaran remisi yang diusulkan mulai dari 15 Hari, 1 Bulan, 1 Bulan 15 Hari hingga 2 Bulan.

Kalapas Sihabudin menjelaskan, bahwa sesuai pasal 10 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan bahwa setiap narapidana tanpa terkecuali mendapatkan remisi asalkan telah memenuhi syarat tertentu.

“Tidak ada pengecualian, asalkan memenuhi syarat (sesuai UU), pasti diusulkan, seluruh proses pengusulan juga melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) oleh tim asesemen,” tegas Sihabudin

Baca Juga :  Setubuhi 2 ABG Sekaligus di Gubuknya, Kakek 70 Tahun di Buru Polisi

Syarat warga binaan yang diusulkan, lanjut Kalapas, merupakan warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap dan perilaku ke arah lebih baik selama menjalani masa hukuman, aktif mengikuti program pembinaan serta telah memenuhi syarat administratif dan substansif.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik&Giatja), Nasrudin menjelaskan, Surat Keputusan (SK) remisi hari Raya Idulfitri biasanya terbit paling lambat satu hari sebelum Hari Raya (H-1).

Baca Juga :  Sekda Pimpin Pembukaan Kegiatan Sosialisasi Program Power to You Tingkat Kabupaten

“Baru kemudian (penyerahan SK) dilaksanakan di hari H, saat ini usulan remisi dari setiap Lapas maupun Rutan di seluruh Indonesia masih dalam tahap diverifikasi pihak DitjenPas,” tambahnya. ***

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru