(PorosLombok.com) – Harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Lombok Barat mulai terbuka. Pemerintah menetapkan 110 calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SD untuk tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Sosial NTB, Dra Nunung Triningsih MM, menyampaikan bahwa penetapan calon siswa dilakukan melalui rapat pleno di Kantor Dinsos Lombok Barat, Selasa (26/8).
Menurut Nunung, data yang masuk telah melalui asesmen pendamping PKH dan verifikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Dari hasil itu, sebanyak 100 anak ditetapkan sebagai siswa utama dan 10 anak masuk daftar cadangan.
“Jumlah siswa utama terdiri dari 68 laki-laki dan 32 perempuan. Untuk cadangan, ada 8 laki-laki dan 2 perempuan,” kata Nunung.
Rapat pleno tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Sosial Lombok Barat, Dinas Dikbud, Dinas Kesehatan, Sentra Paramita, PUPR NTB, hingga koordinator PKH. Mereka sepakat bahwa penetapan calon siswa harus melalui kesepakatan lintas sektor.
Nunung menambahkan, sebelum penetapan final, pendamping akan melakukan home visit. Kunjungan itu untuk memastikan data biodata, kondisi keluarga, serta kesediaan orang tua dan calon siswa untuk mengikuti program pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Yang lebih penting adalah kesiapan fasilitas. Ruang kelas, asrama, ruang makan, toilet hingga tempat tidur harus benar-benar clear and clean. Itu menjadi tanggung jawab PUPR,” tegasnya.
Hasil rapat pleno akhirnya menetapkan 110 anak sebagai calon siswa Sekolah Rakyat. Selanjutnya, 100 siswa utama akan ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Barat setelah proses home visit rampung.
(Redaksi/PorosLombok)



















