Semarak Berkurban: PC Muhammadiyah Kecamatan Terara Potong 9 Ekor Sapi

LOTIM – PorosLombok.com || Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, yayasan Al-Ma’un Fastabiqulkhoirat dibawah naungan Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Terara Lombok Timur kembali melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Pada momen hari raya kurban tahun ini, organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah itu berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 9 ekor sapi yang terkumpul dari 9 kelompok yang terdiri dari 63 orang Sohibul kurban.

Demikian disampaikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah kecamatan Terara Masrul Agus kepada poroslombok.com disela-sela kegiatan pemotongan hewan kurban, Selasa (18/6/2024).

“Jadi penyelenggara kurban ini memiliki keorganisasian tersendiri yang dulu kami beri nama fastabiqulkhoirat. Jadi dia ini berdiri sendiri, dia ini Ortom kalo kami katakan di Muhammadiyah,” jelas Masrul Agus.

Ortonom tersebut, tambah dia, memiliki pengelolaan tersendiri dimana cabang hanya sebatas memfasilitasi untuk setiap kegiatannya. Hal itu berlangsung sejak lama, dimana pelaksanaan pemotongan hewan kurban rutin dilaksanakan setiap tahun.

Adapun jumlah Mustahik yang akan menerima daging kurban tahun ini berjumlah 1.440 orang, termasuk shohibul kurban sendiri. Tetapi untuk mengantisipasi terjadinya eror data, maka pembungkusan dibulatkan menjadi 1.500.

“Masing-masing mustahik akan menerima 1,15 kilo gram,” imbuhnya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya panitia menyediakan loket tempat pembagian hewan kurban. Tapi pada tahun ini panitia lebih memuliakan para mustahik dimana panitia sendiri yang mengantarkan ke rumah masing-masing.

Masrul Agus menguraikan, penyembelihan dan pembagian hewan kurban merupakan kegiatan sosial di dalam kehidupan bermasyarakat untuk saling berbagi kepada sesama.

Ibadah kurban merupakan salah satu perintah agama sebagaimana yang dicontohkan Nabiullah Ibrahim Alaihissalam.

Menurut dia, setiap orang sejatinya mampu untuk berkurban dengan berbagai macam cara, dalam hal kepemimpinan seseorang bisa berkurban dengan melakukan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jadi ini hal yang bisa kita implementasikan di luar dari konteks kurban yang sebenarnya dari berkurban itu sendiri dengan syar’i-nya,” ulasnya.

Agus mencontohkan, para pengurus dan petugas pemotongan hewan kurban termasuk juga bagian dari berkurban, dimana mereka menjadi mediator dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pesan moralnya adalah, kedepan bagi masyarakat yang memiliki kelebihan Rizki supaya jangan pernah bosan untuk berbagi. Bagi yang belum mampu, mungkin bisa mengorbankan waktu dan tenaganya,” tukasnya.

Di tempat sama, bendahara kurban yayasan Al-Ma’un Fastabiqulkhoirat H. Nagip mengungkapkan, dari jumlah hewan kurban yang terkumpul tahun ini yakni 9 ekor sapi menandakan semangat berkurban masyarakat Terara masih terawat dengan baik.

“Melihat kondisi saat ini, kami memperkirakan yang akan terkumpul paling hanya 3-4 ekor. Tapi Alhamdulillah bisa terkumpul 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Ini menandakan semangat masyarakat kita sangat luar biasa,” ucap H. Nagip singkat.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU