Poroslombok.com | LOTIM –
Seorang Sopir Pick Up Ditemukan Meninggal Dunia di Jalan Raya Masbagik Pada hari Jumat tanggal 06 Mei 2022 pukul 19.15 wita, seorang pria pengendara mobil ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan yang dikemudikannya di jalan raya Masbagik-Labuhan Lombok atau tepatnya di Dusun Semat, Desa Danger, Kecamatan Masbagik.
Diketahui korban bernama, Lalu Kaharudin, berusia 62 Tahun warga Gubuk Motong, Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.
Berdasarkan keterangan saksi, Darmawan, bahwa terlihat adanya 1 (satu) buah Mobil Pick Up Jenis L300 Colt Diessel yang melintas dari arah barat ke timur tepatnya di Pinggir Jalan Raya Masbagik Dusun Semat Desa Danger Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.
Mobil tersebut tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Selanjutnya Darmawan melihat sopir mobil tersebut dari kaca mobil yang tidak tertutup tiba-tiba tengadah kearah atas sehingga ia dan saksi lainnya langsung turun dari sepeda motornya dan mendekati sopir mobil tersebut.
Setelah didekati oleh saksi-saksi, terlihat tangan sopir mobil tersebut lemas dan matanya melotot sambil tengadah kearah atas dan selanjutnya mengecek kondisi nafasnya sudah tidak berhembus dan denyut nadinya tidak berdetak.
Melihat kondisi itu, para saksi tersebut langsung memanggil orang-orang dan langsung menurunkan Sopir tersebut di pinggir jalan, tepatnya dihalaman toko Elektronik ANDARIA.
Selanjutnya Pukul 19.30 wita, Kapolsek Masbagik bersama Ka SPK 3 Polsek dan anggota mendatangi TKP selanjutnya melakukan olah TKP, kemudian Korban / Sopir Mobil tersebut dibawa ke Puskesmas Masbagik.
Pada pukul 19.50 wita korban tiba di PKM Masbagik untuk dilakukan pemeriksaan luar ( VER) dengan disaksikan oleh keluarga korban dan Kapolsek Masbagik AKP Ery Armunanto,SH. Dari hasil pemeriksaan medis bagian luar oleh Puskesmas Masbagik tidak ada ditemukan tanda-tanda luka ataupun tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.
Kapolsek Masbagik, AKP Ery Armunanto, SH, yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kejadian tersebut, bahkan pihaknya sudah melakukan olah TKP.
Armunanto menerangkan, dari hasil olah TKP dan Keterangann saksi – Saksi di TKP dan pemeriksaan Medis bagian luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, diduga korban mengalami Serangan jantung pada saat mengemudi.
“Keluarga Korban menerima kematian korban dan tidak bersedia dilakukan Otopsi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, dan membawa jenazah korban ke rumah duka untuk prosesi pemakaman yang akan dilaksanakan esok hari,” demikian dijelaskan Ery Armunanto. (Red)

















