SMAN-1 Sikur Selesai Gelar Simulasi, Antusias Siswa Luar Biasa

0
578

Lotim. Poroslombok.com – SMAN 1 Sikur telah selesai melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka minggu pertama tanggal 14 s/d 19 September, sesuai pada Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( DIKBUD ) NTB nomor :441/4043.UM/dikbud.

Kepala Sekolah SMAN 1 Sikur H. Khairul Anwar, S.Pd saat dikonfirmasi oleh poros lombok menyampaikan, selama simulasi mulai hari Senin sampai dengan Sabtu tidak ada kendala ataupun masalah yang terjadi. Karena menurutnya seluruh guru dan siswa patuh dengan protokol kesehatan yang diterapkan seperti memamakai masker, mengukur suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca Juga :  Jelang Pilkada Lotim 2024 PBNW Sudah Siapkan Nama Balon Bupati ataupun Wabup

“Anak-anak tetap kita ingatkan setiap waktu untuk tidak berkumpul, tidak melepas maskernya dan selalu menjaga jarak bahkan tidak boleh tukar menukar alat tulis bersama temannya, begitu juga kantin tidak kita buka untuk menghindari kerumunan siswa” ucapnya, Sabtu (19/9/20).

Teknik yang digunakan selama simulasi pembelajaran tatap muka yaitu, 2 hari untuk kelas X ( sepuluh ) , dua hari untuk kelas XI ( sebelas ), dan dua hari untuk kelas XII ( duabelas). Model pembelajaran yang di terapkan menggunankan sistem shift. Dimana satu hari menggunakan 2 shif dan tiap shift diberikan waktu belajar selama 4 jam dan untuk menjaga jarak tiap kelas tidak boleh lebih dari 18 siswa.

Baca Juga :  Lalu Iqbal Diisukan Mulai Jalin Komunikasi Dengan Sukiman Jelang Pilkada NTB 2024

Selanjutnya Khairul Anwar menjelaskan, Antusias dari siswa selama simulasi pembelajaran tatap muka tersebut sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari tingkat kehadiran siswa selama proses simulasi berlangsung.

“Kehadiran siswa kami sekitar 99%, hanya beberapa yang tidak hadir karena disebabkan sedang sakit” tuturnya.

Menurut Khairul, pembelajaran menggunakan sistem dalam jaringan ( daring ) kurang begitu efektif. Hal ini disebabkan karena ada beberapa daerah yang jauh dari jangkauan signal dan ada beberapa daerah yang tingkat ekonomi masyarakatnya juga agak rendah, sehingga pasilitas tidak bisa di peroleh.

Baca Juga :  Legislatif  Menilai Eksekutif lakukan Pemborosan Dalam Penggunaan Anggaran Daerah

“Ada HP tetapi kadang-kadang kuota siswa tidak ada” jelasnya.

Masih menurutnya, Belajar mandiri dirumah dengan pola daring membuat siswa jenuh, sehingga ia sangat berharap SMAN 1 Sikur bisa menjadi salah satu sekolah atau bagian dari beberapa sekolah yang nantinya diberikan izin untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“kalau kami melihat antusias siswa-siswi, bapak ibu guru dan kesiapan sekolah yang sudah kami lakukan, kami berharap diberikan izin untuk tatap muka” tutupnya.
( Mr )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini