“Kami sudah melakukan persiapan karena kami punya 5 tangki BBM, yaitu 3 tangki berkapasitas 20 kiloliter (kl) dan 2 untuk menampung 30 kl. Permintaan terbanyak adalah jenis Pertalite karena bersinggungan dengan lingkungan masyarakat dan mereka yang menuju ke sirkuit,” jelas Agus.
Kebutuhan berikutnya yang permintaannya cukup tinggi adalah BBM jenis Dexlite karena adanya permintaan untuk melayani kebutuhan truk-truk besar proyek di dalam sirkuit serta truk yang sengaja mengisi bahan bakarnya di SPBU ini. Untuk mengatasi kelangkaan BBM, Agus menjelaskan kalau SPBU ini sudah dilengkapi oleh alat ATG yang dapat terkoneksi dengan PT Pertamina selaku pemasok BBM ke SPBU ini.
“Lewat alat ini, Pertamina dapat mengetahui stok kami berapa, tingkat penjualan dan lainnya,” ujarnya.
Pasokan tetap bisa dilakukan oleh truk-truk Pertamina ke SPBU Mandalika selama masa gelaran MotoGP karena sudah dilengkapi dengan stiker-stiker khusus untuk melintasi pos-pos penyekatan di seputar sirkuit.
Agus mengakui, penjualan BBM di tempatnya meningkat tajam selama persiapan MotoGP, yakni 15-20 kl per hari. Ia memperkirakan pada puncak balapan, Minggu (20/3/2022)

















