MATARAM – Poroslombok.com | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024, Ir H. Achmad Sukisman Azmy, M.Hum telah memastikan diri untuk kembali bertarung memperebutkan satu kursi sebagai anggota DPD RI daerah pemilihan NTB pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Kepastian itu terungkap setelah Sukisman, begitu ia karib disapa, secara resmi mendaftar dengan menyerahkan berkas dukungan bakal calon (Balon) DPD RI, di Kantor KPU Provinsi NTB pada Senin 26 Desember, lalu.
Sukisman ketika ditemui poroslombok.com di rumah kediamannya di Mataram, Jum’at (30/12) mengungkapkan rasa optimisme dalam menatap perhelatan Pemilihan Legislatif 2024 mendatang, sebagai calon petahana.
Memiliki modal sosial serta relasi yang yang luas sebagai mantan ketua PWI NTB, rasanya tak berlebihan jika adik kandung Bupati Lombok Timur ini disebut-sebut memiliki potensi besar untuk terpilih kembali menjadi dua periode.
“Dengan mengucap Bismillah, kita sudah menentukan sikap untuk kembali berikhtiar dan tawakal melanjutkan perjuangan menjadi penyambung lidah masyarakat NTB. Semoga Allah SWT meridhoi serta melapangkan jalan perjuangan kita,” ucapnya.
Selanjutnya, mantan Pimpinan Umum Radar Lombok ini mengakui belum bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat NTB, khususnya kepada konstituennya yang telah memberi amanah kepercayaan dengan memberi suara dukungan hingga dirinya terpilih pada Pileg 2019 lalu.
Hal itu, jelas dia, lantaran anggota DPD RI tidak memiliki fungsi serta peran yang sebanding dengan anggota DPR yang memiliki program maupun dana aspirasi.
“Kalo di kita (anggota DPD-red) hanya ada sosialisasi 4 Pilar, itu pun tidak semua dapat. Beruntung kita dipercaya untuk memegang program sosialisasi itu,” akunya.
Namun begitu, Sukisman mengaku telah melaksanakan tupoksinya sebagai penyambung lidah bagi pemerintah daerah untuk kemudian dilanjutkan dan disampaikan kepada kementerian terkait di Jakarta.
Diantara yang diperjuangkan Sukisman selama menjabat sebagai anggota DPD antara lain yakni, memperjuangkan Undang-undang BUMDes, memperjuangkan kelanjutan program Dana Desa (DD), termasuk terlibat langsung melakukan lobi ke kemenpora bersama Gubernur sehingga NTB dipercaya sebagai tuan rumah PON 2028.
“Pemerintah pusat sempat mewacanakan untuk menghentikan Dana Desa. Tapi kami bersama teman-teman terus menyuarakan agar Dana Desa dilanjutkan, karna banyak desa-desa yang belum mandiri,” tukasnya.
Syukurnya, lanjut dia, Pemerintah pusat akhirnya melanjutkan kembali program Dana Desa hingga saat ini. Diakuinya, ia bersama anggota DPD yang lain merasa kuatir dengan nasip desa yang belum mampu mengembangkan diri secara mandiri.
Meski demikian, Sukisman berharap kepada semua desa yang ada di NTB agar betul-betul memaksimalkan Dana Desa yang besar itu untuk terus mengembangkan berbagai usaha melalui BUMDes.
Menurutnya, jika setiap desa mampu membangun dan mengembangkan BUMDesnya dengan sehat, maka desa tersebut akan mampu mandiri dan tidak terlalu bergantung dari Dana Desa.
“Desa Kembang Kuning di Lombok Timur bisa dijadikan contoh, yang BUMDesnya berkembang dengan sehat. Bagaimana desa tersebut memiliki income yang besar dari pengelolaan BUMDes, sehingga mampu menjadi desa mandiri. Demikian juga dengan peng-optimalisasi desa wisata dengan berbagai potensinya,” ungkapnya.
Selain itu, Sukisman juga mengatensi keberadaan kawasan Mandalika sebagian obyek wisata prioritas dengan lintasan sirkuitnya merupakan pintu gerbang untuk menjadikan NTB sebagai kawasan wisata dunia perlu didorong terus, dilengkapi dan dibenahi.
“Sehingga NTB nantinya menjadi daerah wisata sport tourism di samping pertemuan rapat-rapat berskala nasional dan internasional,” pungkas Sukisman.
(PL/anas)














