Teriakan Minta Tolong di Subuh Buta, Warga Panik Rumah Sopir di Terara Dilalap Api

Lombok Timur, PorosLombok.com – Suasana subuh di Dusun Lambuk, Desa Suradadi, Kecamatan Terara, mendadak mencekam. Warga dikejutkan oleh teriakan minta tolong dari Yusup (58), seorang sopir yang rumahnya terbakar, Sabtu (8/3) sekitar pukul 04.30 WITA.

Yusup yang sedang tidur tiba-tiba terbangun karena merasa gerah. Saat keluar ke ruang tamu, dia melihat kepulan asap dari atap rumahnya. Panik, dia langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu membangunkan warga sekitar. Keman alias Amaq Julaeha (65) dan Hari Parjan (35), Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Lambuk, langsung menuju lokasi bersama warga lainnya.

“Kami langsung ke sana, korban masih di dalam, panik. Kami bantu keluarkan, sementara warga lain coba padamkan api pakai ember dan baskom,” kata Hari Parjan.

Api semakin membesar. Sementara itu, mobil pemadam kebakaran yang tiba pukul 04.45 WITA tak bisa masuk ke lokasi karena akses jalan yang sempit. Petugas akhirnya menggunakan alat penyedot air untuk menjinakkan api.

“Butuh sekitar 30 menit untuk memadamkan api. Beruntung tidak merembet ke rumah lain,” tambahnya.

Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas AKP Nikolas Oesman menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, rumah Yusup terbakar hingga 75 persen dengan kerugian sekitar Rp100 juta.

“Dugaan awal kebakaran disebabkan korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari bagian plafon rumah korban,” ujar AKP Nikolas.

Saat kejadian, Yusup sendirian di rumah. Istri dan dua anaknya sedang menginap di rumah keluarga di Desa Selagek karena ada anggota keluarga yang meninggal.

Insiden ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat arus pendek listrik, terutama di daerah dengan akses jalan terbatas.

Arul | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU