(PorosLombok.com) – Uni Medical Centre (UMC) bersama Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati Lombok timur(RSIAPHLT) menggelar rapat koordinasi di Lesehan Purnama Masbagik.
Pertemuan ini membahas langkah strategis dalam memperkuat layanan medical tourism di Nusa Tenggara Barat (NTB).Selasa (14/10/2025).
Direktur UMC, Lalu Arya Karma, menyebut kerja sama lintas fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya geliat pariwisata NTB. Menurutnya, sinergi dengan RSIA Permata Hati lombok timur diharapkan melahirkan sistem layanan medis yang lebih terintegrasi dan kompetitif.
“Pariwisata dan kesehatan sekarang saling berkaitan. Kami ingin menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan bisa diandalkan bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB,” kata Arya.
Ia menjelaskan, UMC saat ini tengah menyiapkan beberapa langkah penguatan internal. Mulai dari peningkatan kualitas tenaga medis, digitalisasi sistem administrasi, hingga penyesuaian layanan agar lebih ramah bagi wisatawan asing.
UMC juga menjadi satu-satunya klinik di Lombok Timur yang dapat memproses klaim asuransi luar negeri. Kondisi ini, kata Arya, menjadi nilai tambah bagi wisatawan mancanegara yang umumnya menggunakan asuransi internasional selama berlibur.
“Dengan adanya penyamaan persepsi bersama RSIA Permata Hati, sistem rujukan pasien bisa berjalan lebih efisien. Kami ingin wisatawan yang datang merasa dilayani dengan standar global,” ujarnya.
Arya menambahkan, kolaborasi ini bukan sekedar seremonial, melainkan langkah nyata membangun sinergi antarlembaga. Ia mengakui masih ada keterbatasan fasilitas di UMC, sehingga dukungan dari RSIA Permata Hati sangat dibutuhkan untuk memperkuat pelayanan.
“Kami ingin menciptakan simbiosis mutualisme. Kolaborasi ini penting agar kedua lembaga bisa saling melengkapi,” tegasnya.
Sementara itu, Humas RSIA Permata Hati, lilik sukmawati, menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan dengan UMC akan menjadi momentum memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendukung geliat pariwisata medis di NTB.
“Kami siap bersinergi dan terbuka untuk berkolaborasi. Namun tentu ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, seperti peningkatan kemampuan bahasa asing tenaga medis agar pelayanan ke pasien luar negeri semakin optimal,” ujar Lilik.
Lilik menambahkan, pihaknya melihat peluang besar di sektor medical tourism jika semua fasilitas kesehatan di NTB bisa bergerak bersama.
“Dengan komitmen dan pembenahan berkelanjutan, NTB bisa menjadi destinasi wisata yang bukan hanya indah, tapi juga aman untuk berobat,” tandasnya.
Kolaborasi antara UMC dan RSIA Permata Hati Lotim diharapkan menjadi model kemitraan baru antar-fasilitas kesehatan di NTB. Dengan dukungan pemerintah daerah dan sektor pariwisata, keduanya optimistis medical tourism di Bumi Gora akan tumbuh pesat dalam waktu dekat.
(arul/PorosLombok)
















