Lombok Timur, PorosLombok.com – Universitas Hamzanwadi kembali menunjukkan keseriusannya menjajaki kerja sama internasional.Terbaru, kampus yang bermarkas di Selong, Lombok Timur, ini resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan RPLAY Company Group, perusahaan kreatif asal Korea Selatan.
Penandatanganan dilakukan secara resmi pada Selasa (29/4) di Ruang Rapat Universitas Hamzanwadi. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, serta delegasi dari RPLAY Korea.
Tak sekadar formalitas, nuansa kearifan lokal begitu terasa dalam penyambutan tamu kehormatan. Mereka disuguhi pertunjukan tarian tradisional Sasak, aksi presean yang memukau, hingga parade busana adat yang dikenakan mahasiswa.
Kolaborasi lintas budaya pun ditutup manis lewat penampilan musik gabungan Indonesia-Korea oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP), menandai awal dari pertukaran budaya yang lebih luas.
Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini adalah langkah strategis untuk membawa seni dan budaya lokal ke panggung global.
“Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin menjadikan kolaborasi ini sebagai pintu masuk memperkenalkan kekayaan budaya Sasak dan Bahasa Indonesia ke dunia internasional, khususnya Korea Selatan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RPLAY Company Group, Mr. Ryu Eun Hyo, menyambut positif kemitraan ini. Ia mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Lombok yang dinilainya masih sangat autentik.
“Kami melihat potensi besar dari seni dan budaya Lombok. Lewat kerja sama ini, kami ingin mendorong pertukaran budaya yang setara serta mengembangkan industri kreatif bersama Hamzanwadi,” ujarnya.
Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Dr. H. Mohzana, M.Pd., menambahkan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang besar bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik dan praktik seni.
“Mahasiswa bisa belajar langsung dari pengalaman internasional, sembari memperkenalkan budaya lokal kita ke mancanegara. Program BIPA juga akan jadi senjata kami memperluas penggunaan Bahasa Indonesia,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, sejumlah program konkret akan segera digulirkan. Mulai dari pelatihan seni dan pariwisata, produksi konten budaya, pengembangan kurikulum BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), hingga magang internasional bagi mahasiswa.
Langkah ini disebut-sebut sebagai salah satu terobosan besar Universitas Hamzanwadi dalam mendorong internasionalisasi kampus berbasis budaya lokal.
(*/porosLombok)
















