LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | fenomena Alam hujan meteor Persaid menjadi momen langka yang ditunggu masyarakat di seluruh dunia hingga indonesia.
Momen langka tersebut menjadi semakin diminati lantaran berbarengan dengan akhir pekan atau weekend yang dimulai dari tanggal 12-13 Agustus 2023.
Momen tersebut tentunya menjadi gaet para pelaku wisata untuk meningkatkan kunjungan wisata. Salah satunya seperti yang dilakukan Pengelola Wisata Sunrise Land Lombok (SLL) di Labuhan Lombok, Lombok Timur.
Kepada PorosLombok.com, Direktur SLL, Qori’ Bayinaturrosi mengatakan, momen tersebut menjadi puncak kunjungan wisata di SLL dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2023 ini.
“Kita sudah sebar promosi 5 hari sebelumnya, dan menawarkan paket camping khusus untuk para pengunjung yang menginap menyaksikan penomena alam hujan meteor persaid itu,” ucap pria yang juga S2 Tourism Study (Kajian Pariwisata) di Universitas Gajah Mada itu, Minggu (13/8/2023).
Dikatakannya, pihak pengelola juga menambah jumlah pasilitas pendukung untuk menginap seperti Tenda yang mulanya 10 ditambah menjadi 24 tenda.
Dan juga selain menambah pasilitas camping juga pihaknya telah menambah pencahayaan yang ada di areal pantai SLL.
“Semua tenda tersebut bahkan ludes di boking dari mulai tanggal 12 Agustus lalu,” katanya.
Jumlah bokingan juga dikatakannya 1 orang yang memboking tenda bisa di bersamai oleh 5-10 kelompok.
Hingga total per malam pengunjung yang menginap di SLL mencapai 75 pengunjung.
“Mereka antusias malam harinya menunggu momen jatuhnya hujan meteor Persaid tersebut,” imbuhnya.
Pagi harinya, dikarenakan momen weekend banyak masyarakat yang juga berkunjung ke SLL, hingga total kunjungan yang tidak menginap mencapai 425 orang.
“Hingga total keseluruhan pengunjung selama dua hari ini dari tanggal 12-13 Agustus mencapai 500 pengunjung,” ungkapnya.
Dijelaskannya, memang momen-momen tertentu harus bisa ditangkap oleh pengelola wisata, agar bukan hanya potensi wisata yang dimiliki saja yang menjadi jalan promosi, namun juga menangkap momen di hari-hari tertentu.
“Seperti sekarang, ada fenomena alam langka, hari HUT RI ke-78, itu semua harus kita bisa optimalkan sebagai pegiat wisata di daerah,” demikian Qori’. (PL)


















