Bocah Asongan Kuta Pukau Panggung Mandalika Art Performance

Meski sibuk sekolah dan berjualan, semangat mereka melestarikan budaya Sasak tetap tinggi.

Lombok Tengah, PorosLombok– Suasana Bazar Mandalika mendadak riuh oleh decak kagum penonton pada Sabtu (31/1/2026). Sejumlah bocah pesisir naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri.

​Anak-anak yang biasanya menjajakan dagangan di pantai ini bertransformasi menjadi penari terampil. Mereka tampil apik dalam ajang Mandalika Art Performance garapan ITDC.

​”Harapannya adalah anak-anak yang kami bina ini diberikan kesempatan agar mereka juga bisa melatih percaya diri,” ujar Project Officer Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), Surni Kurniatulfitri, Minggu (1/2/2026).

​Yayasan GNI mengarahkan para pedagang cilik ini melalui Mandalika Child Learning Center (MCLC). Anak-anak mengisi waktu luang dengan aktivitas yang jauh lebih produktif.

​Gerakan gemulai mereka di atas pentas menjadi cara ampuh melestarikan warisan budaya Sasak. Program ini memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak di tengah hiruk-pikuk pariwisata.

​”Kesulitan-kesulitannya pasti ada karena anak-anak juga sekolah, jadi kadang waktunya suka bentrok dengan jadwal berjualan,” jelasnya.

​Anak-anak harus membagi fokus antara buku pelajaran, keranjang dagangan, dan selendang tari. Meski jadwal sangat padat, antusiasme para peserta tidak pernah surut.

​Kedisiplinan menjadi kunci utama mereka tetap konsisten mengikuti sesi latihan. Mereka membuktikan bahwa kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan yang ada.

​”Adik-adik ini memang sangat bertalenta dan memiliki kemauan tinggi untuk dilatih hingga akhirnya tampil menakjubkan,” tegas Surni Kurniatulfitri.

​Hanya butuh waktu tiga bulan bagi mereka untuk menguasai panggung. Kelompok ini bahkan sukses tampil di dua acara besar dalam waktu singkat.

​Program ini juga mengingatkan publik tentang pentingnya hak anak untuk bermain. Pertumbuhan mereka tetap menjadi prioritas utama di samping mengasah bakat seni.

​”Senang dan bahagia sekali rasanya,” ucap salah satu penari bernama Reni.

​Komitmen Melindungi Hak Anak

​Kini belasan anak rutin mengasah kemampuan di kelas tari tersebut. Inisiatif ini membuktikan bahwa ekonomi bukan penghalang bagi talenta lokal untuk bersinar.

​Pendampingan yang tepat mampu mengubah masa depan anak-anak pesisir Mandalika. Mereka kini tidak hanya menjual suvenir, tetapi juga menyajikan keindahan budaya.

​”Mereka mau dilatih, mereka berkomitmen, dan pada akhirnya tampil sangat menakjubkan,” akunya.

​Panggung seni ini memberikan warna baru bagi pariwisata di Lombok Tengah. Wisatawan kini bisa menyaksikan potensi besar sumber daya manusia lokal secara langsung.

​”Sangat senang,” tambah penari lainnya, Tiara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU