LOTIM – Poroslombok.com | Gawe adat masyarakat Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur pada event seni budaya dan bazar batur rumbuk yang ke-III, berlangsung cukup meriah. Event tahunan itu menampilkan berbagai budaya adat khas desa rumbuk.
Event budaya tahun ini berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 26-28 Agustus 2022. Diketahui, sejak hari jum’at kemarin para pelaku usaha kuliner desa rumbuk sudah mulai menggelar berbagai jenis khas rumbuk, diantranya adalah sesiong rumbuk, beberok aik pindang, kerupuk keluyu dan beragam jenis kuliner lainnya.
Hari ini, Sabtu 27 Agustus merupakan hari kedua penyelenggaraan dimana pada hari ini Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, secara resmi membuka event tersebut pada pukul 8.00 wita, yang dilanjutkan dengan acara “Parade Tujak Ragi Bleq”.
Kemudian pada sore hari dilaksanakan acara “Bisok Beras” oleh kaum perempuan dengan diiringi gamelan gendang beleq menuju tempat membasuh beras ke salah satu mata air di kampung pancoran yang oleh penuturan masyarakat setempat merupakan mata air bersejarah di tempat itu.
Ketua panitia event seni budaya batur rumbuk, Ambia Samudera, mengatakan bahwa gawe adat Tujak Ragi Bleq yang dilaksanakan pada pagi tadi, yang dilanjutkan dengan acara bisok beras merupakan satu rangkaian sebagai persiapan memasak sekaligus mangan begibung (makan bersama) bersama seluruh masyarakat rumbuk, besok pagi.
Ambiya menjelaskan, bahwa konten seni budaya merupakan magnet dalam event tersebut, yang bertujuan untuk menarik animo pengunjung untuk datang berbelanja pada bazar kuliner yang menyediakan berbagai macam menu masakan dan oleh-oleh khas desa rumbuk.
“Khusus pada event seni budaya batur rumbuk tahun ini, kita lebih menonjolkan Tujak Ragi nya, bisok beras, pagelaran wayang kulit dan acara begibung yang merupakan satu rangkaian,” jelasnya.
Dikatakan lebih lanjut, bahwa acara Tujak Ragi Bleq, Bisok Beras dan Begibung merupakan sebuah rangkaian adat dalam rangka prosesi acara khitanan (besunat-sasak). Karnanya, pada gelaran event budaya tahun depan pihaknya juga akan menggelar acara khitanan massal, untuk paripurnanya rangkaian acara tersebut.
Disampaikan lebih lanjut, pada acara begawe yang di dalamnya terdapat proses tujak ragi bleq dan bisok beras, esensinya adalah terdapat pada begawe khitanan maupun kawinan.
“Jadi, kita kembalikan gawe desa ini untuk mengurangi beban masyarakat. Jadi kalo desa udah begawe, nanti banyak masyarakat yang ikut secara keseluruhan, tidak secara personalnya seperti sekarang ini. Esensi itulah yang ingin kita tumbuhkan lagi,” terang dia.
Sehingga, kata dia lagi, manfaat dari acara event budaya tersebut adalah guna mengembalikan marwah upacara begawe yang sesungguhnya, sekaligus untuk mengurangi beban masyarakat yang melaksanakan acara begawe.
Di sisi lain, acara tersebut juga sebagai ajang hiburan bagi masyarakat setempat dan sekitarnya. Di samping juga sebagai daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini yang bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat.
Dari pantauan poroslombok.com di lokasi kegiatan yang berlangsung dari pagi, sore hingga malam hari ini berlangsung sangat meriah. Sebagai informasi, acara yang akan berlangsung pada hari minggu (besok sore) yakni Parade Adat “Kirab Pusaka” sekaligus penutupan.
(anas/pl)


















