Beberok Aik Pindang Rumbuk Diganderungi Kaum Muda-mudi

LOTIM | Poroslombok.com –

Beberok aik pindang (rujak kuah pindang) menjadi salah satu makanan khas Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Hidangan lauk-pauk ini dapat dihidangkan bersama nasi. Akan tetapi, mayoritas penggemarnya lebih memilih lontong (topat/sasak) sebagai pendampingnya.

Beberok aik pindang khas Rumbuk memiliki cita rasa yang berbeda dengan beberok yang ada di Desa lain. Rasa pedas yang bercampus dengan kuah pindang akan menghadirkan sensasi khas pada pengecapan lidah penggemarnya.

Sekilas, beberok khas Rumbuk tidak memiliki perbedaan dengan di tempat lain pada umumnya. Berbahan baku yang sama, juga cara pengolahan yang sama, namun bukan brarti rasanya pun juga sama.

Sebab, beberok aik pindang rumbuk memiliki cita rasa yang berkarakter. Ya, tentu saja berbeda. Guyuran kuah pindang khas rumbuk rupanya tak sekedar brand semata, tapi terbukti mampu menghadirkan rasa yang berbeda.

Tak heran, jenis makanan satu ini bukan saja disukai oleh kalangan orang tua, tapi juga sangat digandrungi kaum muda-mudi.

Dari pantaun poroslombok disalah satu lapak penjual beberok aik pindang milik ibu wati (35) tahun, warga Kampung Penua, Desa Rumbuk Timur ini setiap hari tak pernah sepi pengunjung, terutama pada hari senin-sabtu.

Tak hanya warga sekitar, namun lapak ibu wati yang berada di dalam gang atau berjarak 50 meter dari jalan raya atau belakang Alfa-Mart itu juga memiliki penggemar panatik dari luar Desa Rumbuk

Menariknya, mereka yang selalu kangen dengan aroma dan cita rasa khas beberok aik pindang ibu wati ini mayoritas dari kalangan muda-mudi usia sekolah SD-SMP dan SMA.

Karakteristik anak muda tak suka berbelanja dan makan sendirian. Makan rame-rame, atau dalam istilah orang sasak disebut “Bekele” menjadi pemandangan yang lazim dilihat, terutama mereka yang dari kaum hawa.

Haerani, Siswi Kelas 1 SMAN 1 Sakra asal Desa Kesik yang datang bersama tiga orang temannya mengaku ketagihan dengan beberok aik pindang rumbuk.

“Iya saya sering datang beli beberok aik pindang di sini. Suka dengan rasa beberok yang di sini,” ucapnya saat ditanya poroslombok saat menunggu beberok pesanannya, Senin (28/3/22).

Dituturkan Wati (pengusaha beberok), dulunya ia sering melayani pesanan via online. Namun belakangan ini dirinya mengaku sudah tidak sempat lagi untuk melayani pesanan online.

“Gimana mau nganter, yang datang langsung ke sini aja saya kualahan melayaninya,”kata wati sambil membungkus beberok yang sudah ditunggu para pemesan.

“Banyak sih yang minta nomor HP saya. Kalo sempat ya kita layani pemesanan, tapi kalo nggak sempat mereka biasanya akan datang langsung,”imbuhnya.

Omzet dari usaha beberok aik pindang ini cukup menjanjikan. Dalam sehari, Wati bisa meraup 500 hingga 600 ribu rupiah. Karnanya ia mengaku sangat menikmati usahanya itu.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU