Hasil Visum Korban Insiden Di Kotaraja Bukan Karena Tembakan, Ini Penjelasan Kapolres Lotim

LOTIM | POROSLOMBOK – Kapolres Lombok Timur klarifikasi terkait adanya berita disalah satu media online yang mengatakan bahwa pihak kepolisian (BRIMOB – red) menembak masyarakat saat membubarkan warga yang bentrok di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok timur pada selasa malam (09/11)

Seperti yang diketahui berita sebelumnya mengatakan pihak BRIMOB menembak dua orang warga kotaraja yang mengakibatkan luka dan dirawat.

Kepada awak media Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono, S.IK,MH manyampaikan bahwa adanya berita yang mengatakan pihak Polisi melakukan menembakan kepada warga seperti apa yang diberitakan dimedia tersebut menurutnya sangat keliru, karena berdasarkan hasil visum yang dilakukan di rumah sakit luka korban bukan karna peluru namun benda tumpul.

“Kita sangat sayangkan pemberitaan dimedia beberapa waktu yang lalu, tanpa ada konfirmasi ke kami terlebih dahulu” ujar kapolres kamis (10/11)

Dijelaskanya pihak kepolisian malam itu hanya membubarkan masa yang sempat bentrok, dengan menggunkan gas air mata, bukan menggunakan peluru karet dan dirinya menegaskan bahwa pihak kepolisian sudah bekerja sesuai dengan SOP  yang sudah diatur.

“Karna SOP dalam menembakkan gas air mata dengan cara dipantulkan kebawah sehingga akan naik keatas dan beledak bukan kita menembak masa” jelasnya

lebih dalam Kapolres mengatakan bahwa kejadian ini berawal dari adanya salah satu tokoh warga dengan insial A. yang dimana A melakukan percapakapan Via Masanger di Facebook ke anak salah satu tokoh masyarakat di Desa Kotaraja. namun isi dari percakapan tersebut diduga ada kata – kata penghinaaan sehingga hal tersebut memancing amarah warga setempat.

“Ya tadinya Si A ini mau minta maaf ketempat Tokoh tersebut, namun mungkin karna warga masih marah sehingga ribut pada malam itu” jelasnya

Lebih lanjut kapolres menerangkan bahwa tidak ada Tim dari Brigadir Mobile (BRIMOB) Polres Lotim yang ikut dalam aksi pengamanan malam itu, namum yang datang hanyalah Tim Shabara, tentu hal ini bisa pertanggung jawabkan.

“Jadi sangat kami sayangkan media tersebut mengatakan brimob menembak massa pada insiden malam itu” imbuhnya

Sementara itu ditempat yang sama Kepala satuan Satreskrim Polres Lotim M.Fajri menegaskan bahwa dari hasil visum yang diterima dari Rumah Sakit, menyatakan bahwa korban luka dibagian kepala belakang telinga, kemudian ada luka lecet di kedua tangan dan kedua Kaki ,

Dan saat ini pihak Kepolisian sudah memeriksa dokter yang melakukan observasi langsung pada malam itu sambung pajri, dari keterangan dokter tersebut luka korban bukan akibat dari luka bakar ataupun benda tajam, apalagi bubuk mesiu.

“Dan terkait luka tersebut saya tegaskan akibat benda tumpul karena inilah yang kami terima dari hasil keterangan dokter yang menangani korban di Rumah sakit” tandasnya

Lebih lanjut Kata Fajri pihaknya sudah menemui keluarga korban dan menjelaskan tentang kronologis kejadian yang sebenarnya, yang dimana pada malam itu korban mencoba lari karena mendengar suara tembakan gas air mata, akan tetapi sendal yang korban pakai terjepit, sehingga korbanpun tersungkur, dan mengakibatkan bagian kepala korban terkena batu. hal tersebut juga membuat korba terluka di beberapa bagian tubuh.

“Inilah kejadian yang sebenarnya terjadi pada malam itu kami hanya menembakkan gas air mata bukan menembak pakai peluru karet” tutupnya (rl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU