Kejanggalan Kasus Nipah, Kuasa Hukum Korban Sentil Hotman Paris

Kuasa hukum korban pembunuhan Nipah, I Gede Pasek Sandiartyke, mengkritik Hotman Paris karena dinilai tidak objektif. Pasek membeberkan bukti video Radiet bisa berjalan serta kepemilikan aset yang janggal

PorosLombok.com – Tim hukum Ni Made Vaniradya Puspa Nitra, I Gede Pasek Sandiartyke merespons keras keterlibatan Hotman Paris Hutapea dalam kasus Radiet Adriansyah yang dibawa ke Komisi III DPR RI,

​“Harapan saya Bang Hotman sebagai pengacara senior dan sesepuh bisa lebih bijak menanggapi persoalan ini,” ujarnya.Sabtu (28/02).

​Pasek menegaskan keterlibatan pengacara kondang seharusnya memberikan pencerahan hukum berimbang. Tim Hotman wajib menggali keterangan keluarga korban demi menjaga objektivitas perkara di Pantai Nipah agar tetap terang benderang.

​“Harusnya dengar dulu dari dua sisi, jangan hanya mendengar dari satu pihak langsung menerima,” katanya.

​Selanjutnya, Pasek membeberkan temuan lapangan yang bertolak belakang dengan narasi pihak lawan. Ia menyoroti klaim kondisi fisik Radiet yang tidak sesuai fakta dokumentasi serta bukti rekaman yang telah dikantongi tim hukum.

​“Radiet pada saat kejadian sempat dibopong, bahkan bisa berjalan kaki menuju kendaraan saat dibawa dari lokasi,” jelasnya.

​Pihaknya mengaku memiliki bukti video kondisi Radiet saat berpindah dari puskesmas menuju mobil Pajero secara normal. Hal ini menggugurkan klaim yang menyebutkan sosok tersebut ditemukan dalam keadaan sangat tak berdaya di lokasi.

​“Ada kejanggalan karena dia memiliki motor jenis itu dan sempat membeli HP baru tak lama setelah ditemukan di TKP,” ungkapnya.

​Pasek meragukan status ekonomi narasumber lawan yang dikabarkan berasal dari keluarga tidak mampu. Faktanya, yang bersangkutan memiliki aset motor PCX serta sanggup membeli ponsel baru hanya berselang beberapa hari pasca-kejadian.

​“Jika memang baju sudah dilepas sebelumnya, mengapa pakaian itu tetap penuh darah,” katanya.

​Ketidaksinkronan informasi terlihat pada detail teknis baju korban yang penuh noda darah. Pasek mempertanyakan logika pengakuan Radiet yang menyebut diperintah melepas pakaian sebelum dipukul bambu namun baju tetap bersimbah darah.

​“Kita harapkan hormati dulu jalan sidang yang sedang berlangsung tanpa harus membangun opini sepihak,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU