PorosLombok.com • LOTIM –
Warga Dusun Barang bantun desa Pringgabaya utara Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, digegerkan dengan penemuan bayi dalam kondisi hidup berjenis kelamin perempuan, di berugak diatas tanah ladang milik salah satu warga setempat yang dibungkus kain jarik. Umur bayi tersebut perkirakan baru di lahirkan oleh ibunya dan sengaja di buang
Bayi tersebut pertamakali di temukan oleh salah satu warga yakni Saharudin (34) Alamat Dusun Barang bantun Desa pringgabaya utara Kecamatan pringgabaya.sekitar pukul 08.00 Wita. Jumat kemarin (26/08)
Menurut keterangan Sahararuddin dirinya diberitahu oleh seorang wanita yang kebetulan lewat di depan rumahnya bahwa di berugak sebelum PT JAFFA ada bayi yang dibungkus kain.
Selanjutnya Saharudin bersama Inaq Juhandi menuju tempat yang ditunjukan dan menemukan bayi jenis kelamin wanita dalam keadaan masih hidup Kemudian bayi tersebut dibawa kerumah untuk dimandikan serta diganti kain pembungkus atau selimut.
Kapolsek Pringgabaya AKP Totok Suharyanto.SH membenarkan hal tersebut, Pihaknya mendapat informasi adanya penemuan bayi dari warga setempat, dan ia bersama anggotanya langsung menuju TKP.
Ia mengatakan sekitar pukul 08.30 wita tim kesehatan dari puskesmas Labuhan Lombok dipimpin oleh dr. Candra Nito Setiaji memeriksa keadaan bayi tersebut dan menyarankan untuk membawa bayi tersebut ke Puskesmas Labuhan Lombok untuk dilakukan perawatan.
Menurut hasil pemeriksaan Tim medis puskesmas Labuhan Lombok kondisi bayi dalam keadaan sehat, perkiraan waktu dilahirkan dibawah 6 jam dari pada saat ditemukan, berat bayi 2,5 kg dengan panjang 47 cm.
“Saat ini bayi tersebut masih dalam perawatan dan pengawasan pihak Puskesmas Labuhan Lombok,” jelasnya.
Selanjutnya kata dirinya Bersama Kepala Puskesmas Labuhan Lombok menyerahkan bayi jenis kelamin perempuan tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur diterima oleh Sub koordinator seksi anak Dinas sosial untuk dilakukan perawatan dan pengawasan di Dinas sosial provinsi NTB.
“Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya (*)
















