PorosLombok.com – Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS) Provinsi NTB resmi bertransformasi dengan memperluas jangkauan layanan medis yang kini mencakup kesehatan perempuan, anak, hingga kebugaran pada Senin (09/04/2026).
Langkah inovatif ini bertujuan untuk menghapus stigma rumah sakit khusus jiwa yang selama ini melekat kuat di tengah masyarakat. Manajemen kini menghadirkan konsep Women’s Health Care dan Medical Wellness Hospital sebagai solusi kesehatan paripurna bagi warga.
”Ke depannya, kami akan membuka layanan kesehatan umum yang dibatasi, kami konsen terhadap kesehatan ibu dan anak serta kebugaran,” jelas Direktur RS Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida.
Dokter Wiwin memaparkan bahwa pendekatan baru ini melibatkan peran aktif perempuan dalam memberikan pelayanan medis maupun keamanan di lingkungan rumah sakit. Fokus utama perusahaan tetap pada kualitas promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif bagi seluruh pasien.
Perubahan nama dari RSJ menjadi RSMS didasarkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan guna menyediakan fasilitas yang lebih lengkap. Transformasi ini juga diikuti dengan penggantian logo serta motto sebagai bentuk penyegaran citra institusi publik.
Manajemen mencatat lonjakan drastis jumlah kunjungan pasien rawat jalan yang mencapai 93.033 orang sepanjang tahun 2025 lalu. Angka ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan tanpa rasa malu atau terbebani stigma lama.
Peningkatan Mutu Nasional dan Inovasi Digitalisasi Layanan RSMS
”Tahun ini, kami berupaya untuk memantapkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tegas dr. Wiwin Nurhasida.
Direktur menambahkan bahwa RSMS sukses meraih 100 persen Indikator Mutu Nasional Rumah Sakit (INM) dalam satu tahun terakhir. Prestasi ini menempatkan rumah sakit kelas B milik pemerintah provinsi tersebut sebagai rujukan praktik pelaporan keselamatan pasien.
Strategi peningkatan pendapatan BLUD juga terus digenjot melalui pembukaan poliklinik konsultan spesialis seperti adiksi dan tumbuh kembang anak. Penambahan jam layanan poliklinik sore hari menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang memiliki kesibukan di pagi hari.
Digitalisasi menjadi pilar penting dengan peluncuran aplikasi Mutiara Sukma dan sistem rujukan terpadu yang memangkas waktu tunggu pasien. Integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik kini sudah mencakup puluhan jenis aplikasi internal maupun eksternal.
Sektor Sumber Daya Manusia (SDM) tidak luput dari pembenahan dengan capaian pelatihan pegawai yang menembus angka 96,85 persen. Kompetensi yang tinggi diharapkan mampu menjaga stabilitas mutu pelayanan medis yang ramah dan profesional kepada publik.
”Kesadaran masyarakat meningkat karena inovasi pelayanan yang ramah serta sosialisasi edukasi yang rutin kami lakukan,” ujarnya.
Pihak rumah sakit terus memelihara citra positif melalui mekanisme saran dan masukan masyarakat secara terbuka. Transparansi informasi menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan warga terhadap setiap unit layanan kesehatan umum yang disediakan.
Dokter Wiwin berkomitmen penuh untuk membawa RSMS menjadi rumah sakit yang terus berkembang sesuai visi misi daerah. Fokus pada kesehatan ibu dan anak diharapkan mampu menurunkan angka risiko kematian serta meningkatkan derajat kesehatan generasi masa depan.
”Kami terus berfokus pada kesehatan ibu dan anak selain dari layanan jiwa komprehensif yang sudah ada,” pungkasnya.*















