PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melakukan terobosan besar dengan merencanakan pembangunan gedung layanan kanker di RSUD Dr. Raden Soedjono Selong guna mengakhiri ketergantungan pasien pada rumah sakit di luar daerah pada Minggu (12/04).
Langkah strategis ini menjadi jawaban atas tingginya angka rujukan yang selama ini membebani biaya transportasi dan akomodasi keluarga pasien. Pemerintah daerah bertekad mengubah wajah rumah sakit plat merah tersebut menjadi pusat pengobatan spesialis yang mandiri.
”Keterbatasan alat dan dokter spesialis membuat kita selama ini tidak bisa memeriksa secara lengkap sesuai kebutuhan personil yang ada,” ujar Bupati Lombok Timur, Haji Khairul Warisin.
Haji Khairul Warisin mengakui bahwa absennya fasilitas radioterapi dan kemoterapi yang mumpuni seringkali membuat penanganan medis menjadi tidak maksimal. Kondisi ini menuntut adanya intervensi anggaran yang signifikan untuk penyediaan teknologi kesehatan mutakhir.
Kepastian pembangunan ini menguat setelah pemerintah daerah secara resmi melunasi pembayaran lahan tambahan yang berlokasi di area belakang rumah sakit. Ekspansi lahan ini menjadi fondasi awal bagi modernisasi infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut.
Selain fokus pada penyakit degeneratif, gedung baru ini dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan tes kesehatan komprehensif bagi tokoh publik dan calon pejabat. Ke depan, pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah tidak perlu lagi dilakukan di Mataram.
Kemandirian Fasilitas Medis dan Investasi Sumber Daya Manusia
Dengan fasilitas yang lengkap, RSUD Dr. Raden Soedjono Selong akan memiliki otoritas penuh untuk menerbitkan hasil pemeriksaan medis secara independen. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperpendek birokrasi layanan kesehatan bagi warga.
”Insyaallah tahun depan gedung khusus yang menangani kanker sudah berdiri karena pembayaran lahan sudah tuntas,” katanya.
Pemerintah daerah tengah mematangkan fase perencanaan tahun ini agar pengerjaan fisik dapat dimulai tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Anggaran daerah telah disiapkan secara khusus sebagai bentuk investasi jangka panjang di sektor kesehatan.
Transformasi ini juga mencakup rekrutmen dan peningkatan kompetensi dokter spesialis agar mampu mengoperasikan peralatan medis terbaru dengan standar internasional. Keberhasilan pembangunan fisik harus dibarengi dengan kualitas pelayanan dari tenaga medis yang profesional.
Pemerintah optimis kehadiran layanan kanker ini akan menjadi magnet bagi pasien dari luar kabupaten untuk berobat ke Lombok Timur. Peningkatan status menjadi rumah sakit rujukan utama diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di sektor jasa kesehatan.
”Kita akan biayai supaya ruang untuk kanker segera hadir dan bisa melayani kebutuhan kesehatan masyarakat secara optimal,” pungkasnya.*















