POROSLOMBOK.COM • LOTENG. –
Sembalun Lombok Timur, merupakan Gudangnya wisata pegunungan,namun siapa sangka ternyata di Lombok Tengah juga ada, yakni wisata Savana Bale Tepak. yang saat ini baru dibuka, yang berlokasi di Dusun Bale Tepak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.
Ketika berkunjung ke Savana Bale Tepak, pengunjung akan dimanjakan dengan luas hamparan padang rumput yang hijau. Di samping itu lokasinya yang menyatu dengan Bendungan Batu Jai akan menambah kesan berbeda dari Savana Bale Tepak ini.
“Seperti di Swis,” ucap Akbar Tanjung (32) selaku pengelola Savana Bale Tepak saat di Temui Minggu (28/08)
Lebih lanjut pria yang akrab di sapa Tanjung itu bercerita, Savana Bale Tepak memang merupakan objek wisata baru di Lombok Tengah. Dimana objek wisata ini baru dibuka 24 Agustus 2022, namun pengunjung yang datang sampai dengan lima hari ini sudah mencapai ribuan.
“Tempat wisata ini memang baru di buka 5 hari, namun pengunjung yang datang sampai saat ini sudah ribuan, tadi malam saja ada 40 orang yang bermalam disini,” katanya.
Di Savana Bale Tepak ini pengunjung juga bisa melakukan kegiatan bermalam atau berkemah. Namun untuk saat ini pengelola hanya menyediakan tempat, untuk tenda dan segala perlengkapan lainya itu di bawa sendiri oleh pengunjung.
“Kita sediakan tempat saja jika sekiranya pengunjung mau menginap, ke depan kita upayakan untuk segala kelengkapannya,” katanya.
Lebih jauh Tanjung bercerita mengenai perjalanannya hingga mencetuskan Savana Bale Tepak ini. Mulanya pria yang merupakan lulusan D3 keperawatan di Stikes 17 Surakarta itu hanya menaruh simpati terhadap kondisi yang ada di desanya.
Hati besar dan kepekaan sosialnya lah yang mendorongnya melakukan berbagai gebrakan untuk desanya satu diantaranya adalah menginisiasi terciptanya objek wisata Savana Bale Tepak tersebut.
“Awal mulanya karena prihatin, di Tahun 2021 pertama saya melihat pasokan air sudah mulai menurun disitu, pada saat saya ke sana saya melihat rumput yang ada hijau seperti di Swis,” sebutnya.
Lebih lebih mengingat lokasi yang ada sekarang ini pada Tahun 2020 dahulu ada proyek, yang kemudian melarang masyarakat sekitar untuk melakukan penanaman.
“Melihat seolah lokasi yang terbengkalai, saya mencoba menelpon temen saya, untuk melakukan aktifitas berkemah di sini, terus dari teman-teman itu kita bikin video yang memukau, dan kita shere di media, diluar dugaan banyak yang me repost,” katanya
Masih kata dia, pertama dia dan temannya sempat tidak memperdulikan mengenai banyaknya peminat, karena memang hal tersebut diluar sangkaanya.
“Kita awalnya tak terlalu memperdulikan, namun melihat banyaknya yang repost, dan banyak pesan yang masuk di sosmed yang ingin mengetahui lokasi ini membuat saya kemudian memberikan alamat yang pasnya,” sebutnya.
Diluar dugaan, satu hari setelah ia memberikan alamat pas lokasi, banyak pengunjung yang berdatangan.
“Hari pertama saja itu puluhan orang yang datang, dilanjut dengan hari kedua, sampai hari ini saja yang datang ada sekitaran 7 ribu lebih,” katanya.
Memang lokasinya yang pas di dataran yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu sedang membuat Savana Bale Tepak menawarkan indahnya sunset di sore hari dan Sunrise pagi hari yang bisa dinikmati wisatawan.
Terlepas dari itu, saat ini status dari wisata Savana Bale Tepak berdiri di tanah milik daerah, harapannya dikarenakan wisata yang ada sudah berjalan dan sempat viral pihaknya mengharapkan pemerintah daerah mengambil sikap baik mensuport pembukaan permanen wisata Savana Bale Tepak tersebut.
“Kita harapkan tentu pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melihat usaha kita ini untuk juga memajukan daerah, makannya kita harapkan sekali untuk Pemda disini jangan dulu ada proyek,” sebutnya.
Saat ini Savana Bale Tepak masih di kelola oleh Akbar Tanjung dengan dibantu Remaja Masjid yang ada.
Pihaknya juga hanya menarik uang restribusi dari hasil parkir saja, dikarenakan areal parkir yang digunakan adalah halaman rumah dari masyarakat yang ada di Dusun Bale Tepak. Pengunjung hanya di bebankan biaya Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua, dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat.
Beda halnya dengan menginap biaya yang di keluarkan dua kali lipat dari biaya yang disebutkan.
(Red)


















