Lombok Timur, PorosLombok.com –
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H.Achmad Sukisman Azmy Dan Penjabat Bupati Lombok Timur, hadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Pondok Pesantren Syeh Abdurahman Kotaraja Kecamatan Sikur Lombok Timur, Minggu (16/10).
Acara ini dirangkaikan dengan Kirab Pesajik (makanan yang ditutup dengan tedung saji) yang diikuti oleh masyarakat yang ada di 5 desa di Kecamatan Sikur, yakni Desa Kotaraja, Loyok, Gelora, Tete Batu, dan Pringga Jurang.
Anggota DPD RI Sukisman mengatakan, Yayasan Syeikh Abdurrahman merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang masih menjaga Adat Istiadat sehingga patut diberikan apresiasi, walaupun baru berdiri beberapa tahun yang lalu namun kiprahnya sangat luar biasa.
“Kebetulan saya diundang, dan saya bisa merasakan begitu hangatnya sambutan masyarakat dalam perayaan maulid nabi ini,” ucap senator asal NTB ini saat dikonfirmasi usai acara.
Dikatakan Sukisman, perayaan maulid nabi yang mengkombinasikan dengan adat bukan hal yang salah selama tidak bertentangan dengan ajaran agama, dan adat istiadat merupakan warisan dari nenek moyang bangsa sasak yang harus tetap dijaga serta dilestarikan.
“Yang perlu kita ingat adat-istiadat bangsa sasak tidak ada yang bertentangan dengan ajaran agama islam, tetap berjalan berdampingan,” ujarnya.
Kedatangannya menghadiri Perayaaan maulid nabi ini juga dalam rangka Milad Ke-3 Yayasan Ponpes Syekh Abdurahman Kotaraja, namun jika dilihat dari banyaknya jamaah yang hadir sebagai bukti bahwa masyarakat masih punya jiwa gotong Royong yang sangat tinggi dan simbol bahwa ummat islam sangat mencintai Baginda Rasulullah SAW.
“Masyarakat kotaraja sangat kompak sampai rela membawa berbagai macam makanan dari rumah, tentu ini bukti kecintaan mereka kepada nabi muhammad SAW,” ungkapnya.
Sebelumnya PJ Bupati Lombok Timur, Drs. HM Juaini Taofik dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kehadirannya di Ponpes Syaikh Abdurrahman untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat di Kotaraja. Dimana dirinya yang sudah ditunjuk oleh Mendagri untuk mengisi kekosongan kepala daerah hingga awal tahun 2024.
Disebutkan dari 247 Ponpes di Lombok Timur, Ponpes Syaikh Abdurrahman yang pertama kali dikunjungi. Untuk itu, ia berterima kasih kepada masyarakat dan jamaah pondok pesantren yang sudah memberikan ruang untuk bersilaturrahmi.
Menurut ramalan, lanjut Taofik, pada tahun 2050 ummat Islam akan terbanyak di dunia. Untuk itu, ia mengajak Ponpes yang ada di Lombok Timur untuk terus bergandengan tangan dengan pemerintah.
“Mari kita bergandengan tangan antara Ponpes dan pemerintah supaya Ponpes di Lotim terus berkembang dalam meningkatkan kualitas melahirkan generasi-generasi Islami,” pesannya.
(Arul/ PorosLombok)
















