Lotim | Poros Lombok –
Untuk menigkatkan semangat kembali para pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM) yang sekian lama lesu karena Pandemi Rumah Sandiaga Uno (RSI) adakan Bazar Kuliner Dengan tema ‘Bazar Murah Menyambut Ramadhan”.
Acara Bazar ini bertempat Di Pertokoan PTC Pancor, Kabupaten Lombok Timur. Yang di ikuti oleh sekitar 43 pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Lombok Timur.
Ketua Panitia Bazar ini Amri mengatakan bahwa acara ini sebagai keperihatinan terhadap pertokoan pancor yang selama ini menurutnya mati suri, sehingga agan berdampak pada pelaku,
.
“Kami ingin meramaikan kembali PTC seperti dulunya dengan mengadakan Bazar Murah dan Wisata Kuliner selama bulan Ramadhan dan santunan anak yatim piatu,” ujarnya.
“Ini juga sebagai salah satu bentuk untuk mempromosikan segala potensi yang ada, baik di dalam dan luar daerah sehingga lebih menguatkan cita-cita PTC sebagai sentral bisnis di Kabupaten Lombok Timur,” lanjut Amri.
Di samping sebagai sarana promosi perdagangan lanjut Amri, kegiatan tersebut diharapkan juga berperan sebagai sarana promosi daerah, sarana hiburan bagi masyarakat, dan memberikan ruang gerak bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya.
“Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dimana disana kita usahakan orang-orang akan menemukan banyak jajanan khas bulan Ramadhan, pernak-pernik dan acara ini juga akan dimeriahkan oleh “Ichan Musical” yang dimana menyajikan musik, hadroh, fashion show busana muslim, dll,” urainya.
Menurt Amri masih kurangnya pengetahuan generasi muda tentang keragaman kuliner juga menjadi perhatian dari acara ini.
Hal ini dikarenakan banyak generasi muda dan sebagian besar masyarakat yang tidak sadar, jikalau beberapa perilaku di keseharian mereka, juga berpengaruh kepada pelestarian budaya kuliner Indonesia khususnya di daerah Lombok Nusa Tenggara Barat.
“Semoga dengan Program Bazar Murah dan Wisata Kuliner dengan aneka ragam masakan khas Lombok ini, menjadi awal usaha intensif untuk memperkenalkan PTC sebagai sentral bisnis dan Pusat Kuliner di Kabupaten Lombok Timur,” pungkasnya.
(Arul / Poros Lombok)

















