(PorosLombok.com) — Tim Optimalisasi Pajak Daerah (OPJAR) Lombok Timur membuktikan bahwa pelayanan yang ramah bisa berdampak besar.
Dalam satu minggu pertama, mereka berhasil mengumpulkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tertunggak sebesar Rp325 juta.
Kinerja ini menjadi catatan positif bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Tanpa tekanan dan paksaan, tim justru diterima baik oleh masyarakat.
“Tim OPJAR tentunya tetap mematuhi gaiden yang disampaikan Pak Bupati,” ujar Sekda Lombok Timur, Drs. H.M. Juaini Taofik, M.AP, selaku Ketua Tim OPJAR, Senin (14/7).
Juaini menegaskan bahwa tim OPJAR tidak semata fokus mengejar uang dari pajak tertunggak. Mereka juga bertugas membantu masyarakat menyelesaikan persoalan administrasi.
“Tujuan kami bukan semata-mata mengejar tunggakan, tapi juga pelayanan perbaikan SPPT,” jelasnya.
Ia mengatakan, OPJAR adalah representasi langsung dari Pemkab Lotim yang bekerja di lapangan. Setiap langkah mereka diawasi langsung oleh Bupati.
“Pak Bupati selalu mengingatkan, kami bertanggung jawab ke beliau, dan beliau ke rakyat,” katanya.
Menurut Juaini, keberhasilan pengumpulan Rp325 juta hanya dalam tujuh hari bukan kebetulan. Ini adalah buah dari strategi komunikasi yang diterapkan sejak awal.
“Kami tidak datang untuk menekan, tapi untuk mengajak bicara,” tegasnya.
Beberapa kecamatan berhasil menunjukkan progres luar biasa. Terara, Jerowaru, dan Sambelia menjadi tiga wilayah dengan realisasi tertinggi.
“Keberhasilan ini tak lepas dari cara kerja yang humanis dan dialogis,” tambah Juaini.
Di minggu pertama, tim OPJAR menerapkan pendekatan satu desa per kecamatan per hari. Skema ini dipakai sambil mengamati dinamika sosial masyarakat.
“Setelah dua minggu, nanti kami akan naikkan jadi dua desa per kecamatan per hari,” ujarnya.
Setiap hari Rabu dijadikan momen evaluasi bersama tim. Dari evaluasi itu, strategi dan pola kerja terus disesuaikan agar lebih efektif.
“Kami selalu evaluasi untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas kerja,” katanya.
Juaini juga mengapresiasi respons masyarakat yang dianggap luar biasa. Warga disebut mulai menyadari pentingnya pajak untuk pembangunan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada warga Lombok Timur,” ucapnya.
Namun ia juga menegaskan, pendekatan humanis tidak boleh diabaikan. Justru itu yang menjadi kekuatan tim OPJAR selama ini.
“Kalau ada SPPT bermasalah, bantu selesaikan,” tegas Juaini.
Ia mengatakan, berbagai permasalahan yang muncul di lapangan akan tetap ditangani. Bahkan jika ada warga yang merasa sudah bayar tetapi belum tercatat, solusi akan tetap dicari.
“Kalau ada yang merasa sudah bayar tapi belum tercatat, akan kami carikan solusi terbaik,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)
















