PorosLombok.com – PT Selaparang Finansial memilih strategi berisiko rendah dengan menghindari pembiayaan bagi kontraktor besar dan justru mempertebal porsi kredit untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Badan Usaha Milik Daerah ini konsisten menempatkan sektor usaha kecil sebagai tulang punggung ekonomi dengan mengunci alokasi anggaran yang sangat dominan bagi masyarakat produktif di akar rumput.
“Fokus utama perusahaan bukanlah pada kontraktor besar, melainkan membantu mereka yang membutuhkan modal awal,” ujar Dirut Selaparang Finansial Iva Nuril Solihani, Senin (09/03/2026).
Direktur Utama PT Selaparang Finansial tersebut menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil jauh lebih krusial guna memutus ketergantungan modal pada pihak yang sulit dijangkau masyarakat ekonomi lemah.
Perusahaan daerah ini merancang sistem permodalan yang jauh lebih fleksibel agar para pedagang maupun pengrajin lokal mampu meningkatkan daya saing produk mereka di pasar yang kian kompetitif.
“Tercatat sekitar 60 persen dari total penyaluran kredit perusahaan telah dialokasikan khusus untuk pembiayaan di sektor UMKM,” katanya.
Ivan menjelaskan bahwa porsi mayoritas tersebut merupakan langkah nyata perusahaan dalam menciptakan kemandirian ekonomi daerah yang tidak hanya bergantung pada proyek-proyek skala besar milik pemerintah.
Akses keuangan yang terbuka lebar diharapkan dapat memicu lonjakan kapasitas produksi lokal sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga di tingkat desa dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.
“Kami pastikan persentase penyaluran kredit untuk UMKM tetap terjaga di atas 60 persen guna memperkuat fundamental ekonomi rakyat,” pungkasnya.*















