PorosLombok.com – Bupati H. Haerul Warisin mengeluarkan pernyataan keras terkait integritas birokrasi saat menghadiri acara Halal Bihalal Forum Komunikasi ASN K2 di Masbagik baru-baru ini.
Langkah ini diambil untuk memastikan percepatan pembangunan daerah tidak terhambat oleh mentalitas aparatur yang hanya mengejar pencitraan. Pimpinan daerah menekankan pentingnya kerja nyata daripada sekadar mencari apresiasi kosong di mata atasan.
“Saya butuh orang-orang yang bisa bekerja sama membangun daerah, bukan yang sekadar mencari puji-pujian,” ujar H. Haerul Warisin.
Selaras dengan hal itu, orang nomor satu di daerah ini berkomitmen penuh menjaga marwah pemerintahan agar tetap bersih dan profesional. Penempatan pejabat kini dilakukan berdasarkan rekam jejak kinerja yang terukur, bukan kedekatan emosional.
“Haram hukumnya bagi saya menerima uang dari orang yang saya angkat menjadi pejabat,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menilai bahwa praktik suap dalam pengangkatan jabatan akan melumpuhkan fungsi pengawasan secara total. Pejabat yang menyogok cenderung bertindak menyimpang karena merasa telah “membeli” posisi strategis tersebut.
Komitmen Integritas Bupati Haerul Warisin di Lombok Timur
“Jika saya terima uang, artinya saya tidak ikhlas dan saya tidak akan punya kekuatan untuk menindak mereka,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, para abdi negara diminta untuk segera mengesampingkan dinamika politik yang tidak produktif. Fokus utama ASN saat ini adalah menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan sosial ekonomi yang sedang menghimpit masyarakat.
“ASN harus aktif dan tidak boleh apatis terhadap kondisi riil di tengah masyarakat,” katanya.
Sesuai dengan visi SMART, pemerintah kini tengah mengkaji opsi efisiensi operasional kendaraan bermotor melalui sistem kerja dari rumah. Kebijakan strategis ini muncul sebagai respons antisipatif terhadap potensi kelangkaan bahan bakar minyak.
“Kerja tulus adalah kunci utama untuk membawa perubahan nyata bagi kemajuan wilayah kita,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Forum ASN K2 Lombok Timur Amirudin mengajak seluruh anggotanya yang berjumlah 669 orang untuk tetap menjaga jalur organisasi yang resmi. Ia mengapresiasi keberanian pimpinan daerah dalam menjamin transparansi karier pegawai.
“Kami sangat bersyukur atas kerja sama luar biasa dari seluruh anggota dalam menjaga integritas forum ini,” pungkasnya.*















