PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menerima audiensi strategis dari Dinas Perindustrian Provinsi NTB dan Perum Bulog guna membahas pengembangan potensi lokal dan ketahanan pangan, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada hilirisasi komoditas unggulan serta intervensi ekonomi di tujuh desa yang masuk kategori desa berdaya. Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor demi mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
“Porang kini menjadi andalan daerah karena perawatannya mudah dan waktu panennya sangat fleksibel bagi petani,” ujar Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.
Haerul Warisin mengungkapkan bahwa harga porang di tingkat lokal telah menembus angka Rp10.200 per kilogram. Nilai jual ini tercatat melampaui standar harga yang ditetapkan oleh Bulog, sehingga memberikan keuntungan lebih bagi masyarakat.
Kepala daerah juga menjelaskan bahwa produksi porang di wilayahnya mampu mencapai angka 50 hingga 60 ton per hari. Pemerintah daerah secara intensif mengawasi proses pengolahan dari bentuk umbi hingga menjadi tepung berkualitas ekspor.
“Identifikasi kebutuhan spesifik di tujuh desa berdaya harus segera dilakukan agar bantuan stimulan tepat sasaran,” jelasnya.
Pemerintah menyarankan agar penyaluran bantuan sembako di desa-desa tersebut menggunakan sistem kartu khusus. Hal ini dinilai akan mempermudah pendistribusian sekaligus meminimalisir terjadinya kebocoran bantuan di tingkat bawah.
“Saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk program desa berdaya, tujuh di antaranya ada di Lombok Timur,” cetus Kepala Dinas Perindustrian NTB Lalu Wiranata.
Lalu Wiranata memaparkan bahwa program tersebut diprioritaskan bagi wilayah yang membutuhkan intervensi ekonomi secara khusus. Ia juga menginformasikan adanya ketertarikan investor asal Malaysia untuk mengelola potensi kelapa yang melimpah di daerah ini.
“Bulog siap mendukung penyediaan beras serta menggelar gerakan operasi pangan murah di seluruh desa berdaya,” tegas Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Rizal.
Rizal menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan program ketahanan pangan daerah melalui pengadaan stok yang stabil. Pihaknya akan berkoordinasi intensif guna memastikan ketersediaan pangan di desa binaan tetap terjaga sepanjang tahun.
Terkait sektor pertanian, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse. Fasilitas ini diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas serta produktivitas hasil tani masyarakat secara signifikan.
“Mahasiswa UIN Mataram yang melaksanakan KKP harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital pedesaan,” ujar Haerul Warisin.
Bupati berharap kehadiran 754 mahasiswa di 58 desa dapat membantu warga dalam mengakses layanan publik secara daring. Fokus utama pengabdian ini adalah edukasi sistem pembayaran pajak digital dan pengurusan administrasi kependudukan yang efisien.
“Dukungan penuh kami berikan agar desa lokasi pengabdian ini nantinya bisa berkembang menjadi desa binaan yang mandiri,” pungkasnya.*


















