LOTIM | Poroslombok.com – Ajang Best Tourism Village UNWTO diikuti oleh banyak negara dari berbagai belahan dunia seperti Amerika Utara, Uruguay, Australia hingga ASEAN. Di antara enam ribu desa wisata di Indonesia, Tetebatu menjadi salah satu desa yang dipilih mewakili.
Hal itu menjadi kebanggaan bagi pemerintah kabupaten Lombok Timur. Karena itu, Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy berjanji mendukung persiapan Tetebatu secara maksimal. Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat yang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (13/9/21).
“Seluruh Pimpinan OPD berperan sesuai tupoksi masing-masing. Sekecil apapun peran tersebut, harus dilaksanakan karna jika satu tidak berfungsi, maka semuanya tidak dapat berjalan lancar” ucapnya.
Kepada seluruh pimpinan OPD yang hadir pada rapat tersebut bupati menyinggung 12 indikator penilaian UNWTO. diantaranya mengurangi ketimpangan regional dalam pendapatan dan pembangunan, melawan depopulasi, kemajuan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan pemuda.
Selanjut mempromosikan transformasi pedesaan dan memperkuat kapasitas daya tarik, memperkuat multi-level-governance, kemitraan dan keterlibatan aktif masayarakat, juga meningkatkan konektivitas, infrastruktur, akses ke keuangan dan investasi.
Indikator lainnya adalah inovasi dan digitalisasi tingkat lanjut, berinovasi dalam pengembangan produk dan integrasi rantai nilai, mempromosikan hubungan antara sistem pangan yang berkelanjutan, adil dan tangguh, serta memajukan konservasi sumber daya alam dan budaya. Indikator penting lainnya adalah mempromosikan praktik berkelanjutan untuk penggunaan sumber daya yang lebih efisien serta pengurangan emisi dan limbah, meningkatkan pendidikan dan keterampilan.
Bupati berharap Tetebatu dapat mewujudkan harapan semua pihak, yaitu membawa pariwisata Indonesia, khususnya NTB dan Lombok Timur ke kancah Internasional.
Keikutsertaan Tetebatu dalam BTV sendiri sesungguhnya merupakan sebuah kemenangan bagi kondisi pariwisata di tengah pandemi. Pengajuan tersebut meningkatkan rasa ingin tahu serta banyaknya media yang menyoroti desa wisata tersebut.
Hadir pula pada rapat tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, para Pimpinan OPD kab. Lombok Timur, serta pemerhati pariwisata Taufan Rahmadi (*)
















