​Empat Raksasa Berebut Takhta Final di Larpa Cup 6

Di tengah tensi tinggi perebutan takhta juara, panitia pelaksana menekankan pentingnya sportivitas serta mendesak evaluasi kinerja wasit kepada Askab PSSI Lombok Timur untuk menjaga kualitas pertandingan.

(PorosLombok.com) – Turnamen sepak bola Larpa Cup 6 musim 2025/2026 kini mencapai fase paling mendebarkan. Empat tim tangguh bersiap saling sikut demi mengamankan tempat di partai puncak yang dijadwalkan merumput di Lapangan Tanjung Teros pada 28 dan 29 Januari 2025.

​Kuartet maut yang berhasil bertahan hingga tahap krusial ini adalah PS. Masbagik, PSG Geres, Porat Teros, serta Merpati FC Masbagik. Keempatnya dinilai memiliki kelas tersendiri lantaran tampil impresif dan stabil sejak putaran awal kompetisi dimulai.

​Pertandingan pembuka babak empat besar menyajikan duel sengit antara PS. Masbagik melawan sang kuda hitam, PSG Geres. Meski nama pertama kerap diunggulkan sebagai calon jawara, namun kekuatan lawan tidak boleh dipandang sebelah mata sedikit pun.

​Keberhasilan PSG Geres mendepak tuan rumah Persata Tanjung dan melibas Patriot FC menjadi bukti sahih mereka memiliki mental baja. Catatan tersebut menjanjikan sebuah tontonan yang sulit diprediksi hasilnya hingga peluit panjang ditiupkan.

​Bergeser ke laga lainnya, bentrokan Porat Teros kontra Merpati FC diprediksi menjadi laga penuh gengsi. Bagaimana tidak, kedua kubu saat ini dihuni oleh sederet talenta emas yang merajai panggung kulit bundar di wilayah Lombok Timur.

​Kendati demikian, kedua tim tersebut kini dibayangi krisis pemain akibat jadwal yang bentrok dengan agenda Perslotim pada Kamis mendatang. Kondisi ini menuntut kecerdikan pelatih dalam meramu strategi cadangan agar tetap tampil kompetitif di lapangan.

​Ketua Panitia Pelaksana, Hilman Jauhari menegaskan kesiapan total jajarannya untuk menyelenggarakan partai pamungkas pada 31 Januari nanti. Sinergi kuat telah dijalin bersama otoritas Desa Teros maupun Kelurahan Tanjung guna menjamin aspek pengamanan wilayah tetap kondusif.

​”Kami sangat siap menyambut partai final berbekal pengalaman dari edisi perdana. Namun, kami meminta masyarakat dan tim yang berlaga tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Hilman Rabu (28/1/2026).

​Di sisi lain, Hilman menyoroti kinerja perangkat pertandingan yang sering memicu dinamika di lapangan hijau. Ia mendesak Askab PSSI Lombok Timur segera mengevaluasi kapasitas wasit agar pertandingan berlangsung menarik tanpa diwarnai insiden mencederai nilai sepak bola.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU