Mandiri Tanpa APBD, Mahasiswa Sukses Gelar Festival Formastim 2026

Tanpa sokongan APBD, para aktivis mahasiswa nekat menggerakkan solidaritas warga. Mereka membuktikan bahwa kemandirian sanggup menghidupkan festival besar di Bumi Selaparang.

Lombok Timur, PorosLombok–Forum Mahasiswa Lombok Timur (FORMASTIM) menunjukkan taringnya melalui agenda Festival FORMASTIM 2026 secara mandiri. Perhelatan ini berjalan lancar di tengah masyarakat walau tanpa dukungan dana Pemerintah Kabupaten setempat.

​”Keberhasilan festival tersebut membuktikan bahwa pemuda mampu menjadi motor penggerak kegiatan sosial yang berdampak konkret,” kata Ketua Panitia, Rendi Andrian.

​Inisiatif kolektif aktivis kampus ini mencakup aksi kemanusiaan hingga panggung kreativitas warga di Bumi Selaparang. Gerakan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial birokrasi bukan penghalang bagi kaum terpelajar.

​”Keterbatasan anggaran sama sekali tidak mematahkan semangat kami untuk terus menciptakan ruang-ruang positif bagi masyarakat,” jelasnya.

​Panitia mengemas acara dengan agenda jalan sehat, donor darah, lomba mewarnai, hingga turnamen e-sport. Seluruh biaya operasional murni bersumber dari swadaya serta kolaborasi apik bersama komunitas lokal yang peduli.

​”Rangkaian kegiatan ini merupakan momentum kebersamaan lintas usia, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga masyarakat umum,” katanya.Senin (09/02/2026).

​Hiburan musik yang menyedot perhatian ribuan pengunjung menutup puncak perhelatan tersebut secara meriah. Meski absen memberikan bantuan dana, perwakilan Dispora Lombok Timur tetap hadir sebagai tamu undangan.

​”Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan sosial yang harus tetap hidup melalui kolaborasi dan kepedulian,” jelas Ketua Umum FORMASTIM, Aldi Irawan.

​Organisasi berkomitmen menjaga eksistensi melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat tanpa bergantung pada pihak luar. Solidaritas kolektif antaranggota terbukti mampu melahirkan karya besar yang memberikan dampak positif berkelanjutan.

​”Gerakan mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menciptakan kegiatan bermanfaat secara otonom dan berkelanjutan,” tuturnya.

(Poros Lombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU