Hasil Dari Konfergensi Stunting, Bujang Lapuk Tidak menjadi Sorotan Lagi

LOTIM | POROSLOMBOK –

Di tahun 2021 Lombok Timur terpilih menjadi Kabupaten terbaik penanganan Konfergensi Stunting hal tersebut dilihat dari data EPPGM yang sudah terinput yakni di angka 98 Persen.

Demikian yang diungkapkan Sekretaris Daerah kabupaten Lombok Timur Drs.HM.Juaini Taufik Saat ditemui awak media. Senin (27/12)

Sekda menjelaskan bahwa angka stunting di Lombok Timur sudah mengalami penurunan yang semula rata-rata diatas 20 persen namun saat ini sudah di angka 19 persen.

dengan angka tersebut bisa dilihat kemenangan Lotim ada pada fiksi konfergensi karena penanganan stunting ini tidak hanya dilaksankan oleh Dikes ataupun DP3KB akan tetapi dilakukan oleh semua OPD atas direktif Bupati.

“Jadi seluruh OPD bekerja dan berperogram untuk menurunkan stunting ,” ucapnya

Tak hanya OPD sambung pria yang akrab dipanggil kak Opik ini bahkan Pemda juga menekankan kepada para kepala pemerintahan ditingkat bawah baik Camat maupun kepala Desa (Kades)

Dirinya juga mengingatkan kepada semua Kades dalam penanganan stunting ini butuh kesabaran karena bukan seperti membangunan sebuah proyek ketika ada dana langsung jadi.

“Jangan kita kemarin baik sekarang tidak baik,” harapnya

Lebih lanjut sekda menjelaskan dalam penanganan stunting tidak harus diukur dari adanya anggaran dari Pemda akan tetapi, bisa dialokasikan dari dana Desa. Hal Tersebut mengacu pada Perpres No : 104 tentang penggunaan dana Desa sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan.

“Kan sangat berhubungan ketahanan pangan dengan stunting karena salah satu penyebab stunting asupan gizi,” ujarnya

Sekda juga menyebutkan dari hasil penelitian angka stunting di Lombok Timur 38,5 persen disebabkan karena usia pernikahan masyarakat yang belum ideal, karena banyaknya yang menikah dibawah umur 18 Tahun, maka dari itu, kata dia semua kepala Desa ditekankan untuk membuat Perdes tentang perkawinan.

“Kalau dulu yang jadi sorotan itu orang yang Mosot ( orang yang lama kawin) kalau sekarang orang yang cepat kawin, saya pikir ini hasil dari konfergensi stunting,” tutupnya

(Arul/Pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU