(PorosLombok.com) – Kepala Desa Danger, Kecamatan Masbagik Kaspul Hadi, mencatatkan capaian strategis menjelang purna tugas pada Mei mendatang.
Ia meresmikan perpustakaan senilai Rp 585 juta sekaligus mengamankan bantuan ratusan juta dari Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
​”Bantuan itu nominalnya 100 juta rupiah dan ada bantuan semen juga, cuma itu saja. Kemudian untuk kader-kader, ada dana yang dijanjikan sebesar 30 juta rupiah oleh Pak Gubernur,” katanya. Senin (19/01/2026).
​Dana stimulan Rp 100 juta tersebut direncanakan untuk memperkuat fasilitas publik tambahan di Desa Danger. Kaspul mengarahkan anggaran ini guna memastikan ketersediaan sarana yang representatif bagi warga setelah pembangunan perpustakaan tuntas.
​”Dana yang 100 juta itu yang akan digunakan untuk Gedung Serba Guna. Lokasi pembangunannya nanti di sebelah ini, supaya sesuai dengan master plan yang ada,” jelasnya.
​Selain infrastruktur, lobi Kades Danger membuahkan hasil bagi penguatan ekonomi komunitas melalui jalur pemberdayaan. Program bantuan modal ini menyasar kelompok kader desa agar memiliki kemandirian finansial yang berkelanjutan.
​”Dana 30 juta itu nanti diperuntukkan bagi UMKM khusus untuk kader-kader. Jadi dana itu yang akan bergulir di antara kelompok kader sebagai modal UMKM simpan pinjam mereka,” terangnya.
​Peningkatan literasi menjadi prioritas utama dengan hadirnya perpustakaan baru yang didukung pengadaan 100 eksemplar buku dari Gubernur NTB. Hal ini menjadi komitmen Kades dalam meningkatkan kualitas SDM sebelum masa baktinya berakhir.
​”Saya sudah diberikan amanah selama 8 tahun dan saya jalankan dengan baik sesuai regulasi yang ada,” tuturnya.
​Kaspul Hadi turut menitipkan pesan terkait perawatan aset desa kepada para penerusnya agar fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar tetap terjaga. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan bangunan supaya tidak rusak terbengkalai.
​”Siapa pun nanti yang menempati posisi ini, saya mohon dengan hormat untuk menjaga dan merawat aset yang ada,” tegasnya.
​Camat Masbagik, Agus Syapandi, mengapresiasi transformasi wilayah yang kini memiliki perpustakaan representatif di bawah kepemimpinan Kaspul Hadi. Ia mencatat perubahan signifikan Desa Danger dari status tertinggal menjadi desa maju.
​”Hari ini saya anggap sebagai ‘Lailatul Qadar’ bagi Pak Kades, karena kantor perpustakaan ini bisa langsung diresmikan oleh Bapak Gubernur,” puji Agus Syapandi.
​Pihak kecamatan berkomitmen mengawal janji bantuan Pemerintah Provinsi agar terealisasi tepat waktu sebelum transisi kepemimpinan. Agus menekankan pentingnya penyelesaian sisa sarana prasarana desa guna menyempurnakan capaian yang ada.
​”Kami mendorong agar sebelum masa jabatan beliau berakhir di bulan Mei nanti, apa yang dijanjikan oleh Pak Gubernur bisa tuntas,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)
















