PorosLombok.com – Keindahan alam ternyata belum cukup untuk mendongkrak pendapatan pariwisata Lombok Timur. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyebut keberanian mengambil keputusan dan ketegasan menata sektor pariwisata ikut menentukan hasil, saat menerima kunjungan Wali Kota Jambi H. Maulana, Selasa (22/9).
Pertemuan yang berlangsung di ruang Rapat Bupati itu menjadi ajang studi tiru Pemerintah Kota Jambi terhadap pengembangan pariwisata Lombok Timur. Rombongan ingin melihat langsung pola pengelolaan destinasi, pemberdayaan masyarakat, serta langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap pendapatan daerah.
Haerul mengatakan pemerintah tidak bisa hanya menunggu sektor pariwisata berkembang dengan sendirinya. Pemkab Lombok Timur memilih mengonsolidasikan para pelaku usaha pariwisata untuk menyamakan persepsi sekaligus menata berbagai persoalan yang muncul dalam pengelolaan sektor tersebut.
“Tanpa keberanian dan langkah nyata, momentum pengembangan pariwisata berisiko terlewatkan,” tegas Haerul.
Langkah tersebut ikut tercermin dalam pertumbuhan pendapatan sektor pariwisata, khususnya dari penginapan serta makanan dan minuman. Pendapatan yang pada 2021 berada di angka Rp5,185 miliar meningkat menjadi Rp13 miliar pada 2024.
Pada tahun berjalan, realisasi pendapatan sektor tersebut telah mencapai Rp10 miliar. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis angka itu masih dapat bertambah hingga akhir tahun, seiring dengan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata.
Haerul juga mengakui PAD Lombok Timur secara keseluruhan belum dapat menandingi pencapaian Kota Jambi yang memiliki potensi wilayah perkotaan lebih besar. Karena itu, ia menyambut kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pemerintahan dan pariwisata.
Menurut Haerul, pengembangan pariwisata juga tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada teknologi. Digitalisasi dapat membantu tata kelola dan pelayanan, tetapi interaksi langsung serta sentuhan pelayanan fisik tetap dibutuhkan untuk memastikan wisatawan dan masyarakat memperoleh pengalaman pelayanan yang baik.
Bagi Pemerintah Kota Jambi, Lombok Timur menarik bukan hanya karena bentang alamnya. Wali Kota Jambi H. Maulana melihat daerah ini memiliki kombinasi potensi pesisir, pegunungan, budaya, pertanian, dan peternakan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Keindahan alam Kabupaten Lombok Timur sangat lengkap, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan,” kata Maulana.
Maulana menyebut pola pemberdayaan masyarakat di Lombok Timur menjadi salah satu hal yang ingin dipelajari. Potensi lokal seperti budaya, alam, pertanian bawang putih, hingga peternakan di lereng Rinjani dinilai dapat dikemas sebagai bagian dari destinasi wisata berbasis komunitas.
Rombongan Pemerintah Kota Jambi dijadwalkan meninjau kawasan agrowisata perkebunan bawang putih di Sembalun. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung pola pengembangan pertanian yang dikemas sebagai daya tarik wisata dan bagaimana masyarakat dapat mengambil peran dalam aktivitas tersebut.
Potensi agrowisata menjadi bagian penting dari pembelajaran Pemkot Jambi karena pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan objek yang dikunjungi wisatawan. Aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka ruang pertumbuhan usaha lokal.
Kunjungan tersebut juga membawa agenda kerja sama antardaerah. Maulana menyerahkan undangan kepada Bupati Lombok Timur beserta jajaran untuk menghadiri Puncak Peringatan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional di Kota Jambi pada November 2026.
Selain agenda tersebut, Pemerintah Kota Jambi mengundang jajaran Pemkab Lombok Timur untuk berkunjung ke Museum Digital Kota Jambi yang baru saja diresmikan. Pertukaran pengalaman itu memperluas materi kunjungan, dari pengembangan pariwisata hingga inovasi pelayanan dan pengelolaan pemerintahan.
Setelah sambutan dan pemaparan kedua kepala daerah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat dan cenderamata antarpemerintah daerah.*


















