Lombok Timur, PorosLombok.com –
Baru beberapa bulan menjabat desa Loyok, Kecamatan Sikur, dipimpin Oleh Pejabat Sementara langsung mengalami perubahan yang luar biasa, terbukti dengan dijadikannya sebagai tempat Kaji tiru Kepala desa Se- kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (24/10).
Rombongan Warga kepala desa tersebut disambut hangat di desa Loyok dengan menghadirkan kesenian khas Lombok Gendang Belek.
PJS Kepala desa Loyok, Samuil Khair, S.Adm. saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa tujuan Kaji Tiru ini adalah pemerintah kecamatan Bukit Santuai beserta para Kepala Desa ingin melihat secara langsung pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berorientasi pada potensi lokal.
“Desa Loyok ini dikenal dengan kerajinan anyaman bambunya, itulah menjadi daya tarik sehingga pemerintah desa di kecamatan Bukit Santuai ingin melakukan Kaji Tiru disini” Terangnya
Sehingga dengan adanya Kaji Tiru ini, tidak menutup kemungkinan kedepannya pemerintah desa di kecamatan Bukit Santuai akan mengirim pemudanya untuk melihat bahkan belajar cara pengolahan proses anyaman bambu yang ada di Desa Loyok.
Selaku Kepala Desa, Samuil berharap prospek kedepannya untuk bisa mengembangkan hasil usaha masyarakat desa Loyok dan bisa di kirim ke kecamatan Bukit Santuai atau daerah – daerah lainnya yang ada di Indonesia.
Mewakili masyarakat desa Loyok, Samuil mengucapkan terima kepada rombongan Kaji Tiru dan juga Kemendagri selaku Event Organizer ( EO ) atau penyelenggara acara Kaji Tiru tersebut.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Kemendagri selaku EO yang membawa rombongan dari Kalimantan Tengah untuk Kaji Tiru di desa Loyok” ucapnya.
Samuil juga menambahkan bahwa Pemerintah desa Loyok selalu siap menerima jika ada kunjungan – kunjungan lainnya dari kabupaten provinsi lainnya yang ada di Indonesia.
Sementara itu camat Bukit Santuai, Ahyedie, S.E. menyampaikan bahwa maksud dan tujuannya melakukan Kaji Tiru adalah untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan daripada BUMDES dan sekaligus melihat produk keunggulan anyaman bambu desa Loyok yang terdengar sampai di Kalimantan Tengah.
Ditunjuknya desa Loyok sebagai tujuan Kaji Tiru lanjut Ahyedie merupakan hasil dari usulannya yang diminta.
“Kami sendiri yang menentukan tujuan ini, setelah kami dapat informasi referensi dari pengelola daripada kajian ini khususnya dari Kemendagri dan diarahkan menuju ke desa Loyok ini” imbuhnya
Dengan adanya Kaji Tiru ini, diharapkan nantinya pemerintah kecamatan dan desa akan mendapatkan pengalaman berharga dalam rangka meningkatkan potensi pengelolaan daripada bambu.
“Bambu merupakan potensi yang ada di daerah kami, mudah – mudahan agar menjadi salah satu andalan kerajinan yang bisa kami kembangkan kemudian hari sehingga itu memiliki nilai jual yang cukup meningkat” ucapnya.
Ahyedie menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kehangatan sambutan yang berikan, baik dari dinas PMD Lombok Timur maupun pemerintah desa Loyok. ( PL, Erwin )














