Ketua RF: Pinca BRI Selong Arogan dan Tidak Sesuai Adat Ketimuran, Harus Diusir dari Lotim

LOTIM | Poroslombok.com – Persoalan saldo nol di beberapa kecamatan di Lombok Timur, masih menjadi tanda tanya besar.

Padahal, kata Ketua Rinjani Foundation, Zainul Muttaqqin, M.Pd, uang yang menjadi hak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah dikirimkan oleh pihak Kementerian Sosial RI.

“Ketika persoalan ini kami tanyakan langsung kepada Pinca BRI Selong, malah kami dikatakan tidak ada etika sambil membentak,” ujarnya di selong, jum’at (22/10).

Arogansi seorang Pimpinan Cabang (Pinca) BRI ini, ungkap Zainul, sangat tidak sesuai dengan adat ketimuran yang dimiliki oleh nasabahnya yang ada di Lotim.

“Pinca BRI Selong ini, harus diusir dari Lombok Timur,” tegasnya.

Karakter seorang pimpinan seperti ini, menurut Zainul, tidak bisa dipertahankan.

“Niat dan tujuan kami, sebenarnya untuk sebuah transparansi, sehingga masyarakat membuat tuduhan yang tidak-tidak, terhadap semua elemen yang masuk dalam sistem bansos ini,” tuturnya.

Sebagai pimpinan cabang BUMN, papar Zainul, sangat tidak sesuai dengan prinsip BUMN yang melayani negeri dengan ramah tamah.

“Patut diduga, dengan sambutannya yang arogan itu ada hal yang disembunyikan, sehingga orang lain, ataupun masyarakat penerima manfaat itu tidak perlu tahu,” tukasnya.

Sementara Pinca BRI saat dikonfirmasi lewat pesan whatsap dirinya mengatakan bahwa apa yang ditudingkan itu tidak benar.

“Itu tidak benar pak , Pas hearing kemarin ada saksi dari Polres dan Polda” tutupnya dengan singkat (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU