Lombok Timur Dapat 627 Titik Akses Jaringan Internet Gratis dari Kementrian Kominfo

Lombik Timur | POROSLOMBOK-

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Kemen UMKM, Kemen Pariwisata yang bekerjasama dengan dua Perusahaan Lokal selaku Provider sedang mengumpulkan data untuk mempercepat program layanan internet gratis. Program tersebut bertujuan menyasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Sekolah serta Fasilitas Umum (Fasum) yang tidak memiliki akses internet atau Blank Spot di desa.

Ketua Koordinator Infrastruktur Komunikasi Fita Lebar pada Kominfo RI Singgih Yuniawan mengatakan, Program ini terbentuk agar dunia usaha khususnya UMKM yang berada di desa wilayah wisata tetap eksis memperkenalkan produk dan destinasi wisata di daerah, sehingga mampu menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung berwisata.

Menurutnya, program ini layak diterapkan melihat persaingan usaha di era digitalisasi menuntut para pelaku usaha mikro baik itu skala besar maupun kecil harus mengikuti brand dengan memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk.

“Program ini sudah berjalan selama 4 tahun di wilayah Jawa, Sumatera, Bali sedangkan di NTB ini tahun pertama atas permintaan yang di usulkan para penerima manfaat,” kata Singgih.

Saat ini pihak Kominfo Pusat bersama perusahaan melakukan validasi data untuk wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Di mana untuk wilayah Lotim Kominfo Pusat menerjunkan 8 orang staf yang di bagi dalam 3 tim untuk mempercepat proses pendataan terhadap 627 titik koordinat penerima manfaat akses jaringan internet gratis.

Adapun 8 desa yang mendapatkan manfaat akses jaringan internet gratis yakni Desa Kuang Rundun, Gunung Rajak, Sukarara, Tetebatu Selatan,Kembang Kuning, Pringgasela, Sugian dan Seruni Mumbul.

“Pendataan mulai kita lakukan hari ini Rabu (02/03/2022) di 6 wilayah yaitu Desa Kuang Rundun, Kecamatan Jerowaru dan Desa Gunung Rajak, Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, serta Desa Tete Batu Selatan, Kembang Kuning Kecamatan Sikur dan Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, sedangkan 2 Desa lainnya kita agendakan besok,” jelasnya.

Validasi data dimaksud untuk mempercepat proses pembuatan SK kepada warga desa selaku penerima manfaat. Untuk masalah pendataan pihak Kominfo mengaku tidak ada kesulitan sebab mereka sudah koordinasi dengan pihak perusahaan lokal ketika terjadi masalah dalam hal ini terkait posisi titik koordinat jaringan. “Pihak Perusahaan yang bakal mengcover titik koordinat yang tidak terbaca oleh sistem,” terangnya.

Salah satu desa yang di minta keterangan terkait proses validasi data yakni desa kuang rundun. Pemerintah Desa Kuang Rundun sebelumnya berterimakasih kepada Manajer Marketing Pemasaran PT. Media Cepat Indonesia, PT. Jembatan Data Pangrango dan Kominfo Pusat yang bergerak untuk membantu desa mendapatkan akses layanan internet gratis.

Kepala Desa Kuang Rundun Jinasri mengatakan, kedatangan pegawai Kominfo bersama pihak Perusahaan memberikan angin segar terhadap desa kuang rundun khususnya untuk mendapatkan akses jaringan internet kepada warga desa yang sudah membentuk UMKM, serta Sekolah dan Fasum yang ada di desa.

“Saat ini dari Kominfo sedang menyempurnakan data UMKM serta Fasum dan Sekolah selaku penerima manfaat jaringan internet. Dengan mengisi formulir pendaftaran kontrak yakni melengkapi data usaha, KTP , KK, tempat tinggal dan akses jalan untuk menentukan titik koordinat,” kata Kepala Desa.

Menurutnya program yang di bawa oleh Kominfo pusat sangat di tunggu-tinggu oleh masyarakat, sehingga pihak dari Pemedes menyambut kedatangan pihak Kominfo terutama memberikan data penduduk UMKM serta data Sekolah dan Fasum.

Saat ini kata Jinasri, jumlah UMKM yang ada di desa sebanyak 47 UMKM. Ia berharap agar Fasum dan Sekolah sebanyak 8 titik turut di masukkan datanya, sehingga bisa berjumlah 55 titik, “Semoga data UMKM yang baru terbentuk bisa masuk dalam daftar penerima manfaat,” jelas Kades.

Ia menambahkan, kebutuhan akses jaringan internet terutama pelaku usaha sangat besar sekali manfaatnya, yakni mempermudah dalam pomosi untuk memasarkan produknya juga bisa berkomunikasi dengan para pelanggan secara digital atau online.

Adapun jenis usaha yang di olah menjadi produk UMKM kata Pak Kades tidak terlepas dari potensi atau hasil sumber daya alam yang ada di wilayah Kuang Rundun seperti ikan, rumput laut, susu perah, jagung, buah srikaya dan lainnya

Sementara pihak Perusahaan yang berkontak dengan Kominfo Pusat melaui Sales Manajer Marketing Cabang NTB PT. Media Cepat Indonesia, Erwin Hidayat menegaskan agar pelaku UMKM memanfaatkan akses jaringan internet gratis dengan harapan UMKM mampu meningkatkan penghasilan di desa dengan internet. Dengan begitu konsep desa digital berbasis desa wisata bisa berjalan.

“Apa yang kita rencanakan sesuai dengan program pusat sama-sama berjalan dan penerapan desa digital berbasis desa wisata bisa diikuti desa lainnya,” Pesannya. (Ns-PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU