close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Temukan Indikasi Kejanggalan Pemilu DPD Dapil NTB, Tim ASA Lapor ke Bawaslu

Mataram,PorosLombok.com | Tim Calon anggota DPD RI Achmad Sukisman...

Meneropong Capain PAD Bapenda Lotim dari Beberapa Sisi, Meningkatkah?

LOTIM - PorosLombok.com | Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)...

Berdasarkan D1 Hasil Rekapitulasi, Nama Dedy Botak Nangkring di Urutan Pertama

LOTIM - PorosLombok.com | Salah satu Caleg muda potensial...

Menyedihkan! Karna Kelelahan Seorang Nenek, Asal Sambelia Meregang Nyawa

Lotim, POROSLOMBOK – Niat pergi mengais rezeki, seorang warga Dusun Metro, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Ladang untuk panen Jagung bersama anaknya.

Warga tersebut bernama Tiasih, kelahiran Wanasaba, 30/12/1950 menetap di Sambelia bersama anaknya Nurussolat panggilan Inaq Hafiza (40) setelah suaminya lebih dahulu meninggal.

Diceritakan Inaq Hafiza, sekira pukul 11.30 Wita, Dia bersama ibunya pergi ke Ladang untuk panen jagung. Mulanya Inaq Hafiza tidak mengizinkan Ibunya ikut ke Ladang melihat kondisi fisik ibunya tidak mendukung. Tapi ibunya berkeras untuk ikut katanya dia (Almarhumah) tidak betah tinggal di rumah.

Baca Juga :  PMK Tidak Membuat Harga Daging Di Lotim Turun

“Mulanya saya melarang ibu saya ikut ke Ladang tapi tidak mau, dia bilang tidak betah di rumah tinggal sendirian,” cerita Inaq Hafiza saat awak media mengunjungi rumahnya, Ahad, (11/4/2021)

Bersama ibunya, ia pun berangkat ke Ladang. Anaknya yang masih kecil pun ikut sama. Belum sempat sampai ke Ladang Jagung miliknya, sekitar 500 meter dari rumah, Tiasih jatuh pingsan, tongkat yang digunakan menopang langkahnya terlepas. Selang beberapa menit kemudian Tiasih menghembuskan nafas terakhir di pangkuan anaknya.

Baca Juga :  Masyarakat Masih Ada Lari Terkencing-kencing Takut di Vaksin ‎

Mendengar kabar dari Inaq Rohmi (60) yang juga anak korban di telpon oleh Inaq Hafiza, Kadus Metro Rusli, langsung bergegas meminta bantuan warga lainnya membantu mengangkat jenazah pulang ke rumah menggunakan gelondongan kain sarung milik anaknya.

“Pada saat itu warga sepi kebanyakan di Ladang, saya teriak minta bantuan warga yang sedang bekerja di Ladang. Lima orang warga datang membantu saya mengangkat jenazah pulang ke rumah,” terang Rusli.

Baca Juga :  Lelaki Asal Seketeng ini Aniaya Selingkuhannya

kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Sambelia. Tidak ada indikasi kekerasan fisik atas meninggalnya Tiasih. Keluarga mengakui jika ibunya meninggal dalam keadaan baik dan mereka ikhlas menerima musibah yang menimpa ibunya. (*)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru