PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur Haerul Warisin secara tegas memerintahkan jajaran Direksi PDAM untuk berperan aktif dalam menyukseskan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (10/04/2026).
Langkah ini menjadi komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperkuat layanan dasar guna menunjang agenda nasional di tingkat kabupaten. Sebanyak 241 dapur MBG dan 104 Koperasi Desa kini menjadi sasaran utama penguatan infrastruktur air bersih.
“PDAM harus hadir sebagai bagian dari solusi untuk mendukung program nasional,” tegas Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin.
Pucuk pimpinan daerah tersebut menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan manusia di wilayahnya. Ia tidak ingin ada kendala teknis yang menghambat jalannya program penyediaan nutrisi bagi anak-anak.
Ketersediaan air bersih menjadi indikator vital dalam menjamin kualitas serta higienitas makanan yang diproduksi secara massal. PDAM wajib menjamin distribusi air berjalan tanpa hambatan ke setiap titik koordinat dapur umum yang tersedia.
Haerul Warisin menjelaskan bahwa tanggung jawab perusahaan daerah mencakup aspek sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Distribusi air yang optimal menjadi fondasi dasar dalam menjaga standar kesehatan masyarakat di pedesaan.
Optimalisasi Layanan PDAM Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi
Kesadaran akan pentingnya air bersih dalam proses pengolahan pangan menjadi perhatian serius bagi pemerintah kabupaten. Hal ini dilakukan demi memastikan setiap hidangan yang sampai ke tangan siswa memenuhi syarat kelayakan konsumsi yang ketat.
“Dalam program MBG, peran PDAM sangat krusial untuk memastikan standar kesehatan terjaga,” jelasnya.
Selain sektor pangan, Bupati mendorong adanya kemitraan strategis antara perusahaan air dengan koperasi di tingkat desa. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi air di pelosok.
Merespons perintah tersebut, manajemen perusahaan pelat merah ini menyatakan kesanggupan penuh untuk melakukan percepatan peningkatan layanan di lapangan. Pemetaan wilayah prioritas segera dilakukan guna memastikan debit air mencukupi kebutuhan program.
“Kami siap mendukung penuh arahan Bupati untuk menunjang program pusat,” tegas Dirut PDAM, Sopyan Hakim.
Sopyan Hakim memastikan pihaknya bakal melakukan langkah taktis dengan melakukan pemeliharaan infrastruktur jaringan pipa secara berkala. Hal ini dipandang sebagai prioritas genting demi mendukung kelancaran operasional unit dapur di desa.
“Kami berupaya maksimal memastikan air bersih tersedia guna penguatan Kopdes,” pungkasnya.*














