Imbas MotoGP 2026, Okupansi Hotel di Lombok Timur Tembus 50 Persen

Imbas MotoGP 2026, okupansi 309 hotel dan homestay di Lombok Timur menembus 50 persen. Pemkab memastikan tarif kamar tetap stabil dan terjangkau dibanding wilayah penyangga lain.

PorosLombok.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur mencatat lonjakan pemesanan kamar hotel dan homestay di wilayahnya hingga menembus angka di atas 50 persen. Lonjakan okupansi ini terjadi berkat melimpahnya wisatawan yang menghadiri perhelatan internasional MotoGP 2026.

Lombok Timur resmi mengambil peran sebagai daerah penyangga utama saat akomodasi di pusat penyelenggaraan mulai penuh. Keterbatasan kamar di wilayah inti membuat limpahan pengunjung mengalir deras ke berbagai akomodasi yang tersebar di wilayah Lombok Timur.

Kapasitas penginapan di daerah pusat kegiatan tersebut memang telah terisi penuh oleh para penonton dan tim official. Kondisi serupa juga terjadi pada wilayah penyangga lainnya yang lebih dekat dengan lokasi acara utama.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Lalu Mirayang, mengonfirmasi lonjakan pemesanan akomodasi yang signifikan tersebut. Pihaknya melihat tren positif ini sebagai peluang besar bagi pengoperasian unit penginapan lokal.

“Dengan perhelatan MotoGP kan, kita Lombok Timur merupakan daerah penyangga untuk pelaksanaan MotoGP kan. Tentu sangat berimbas kepada jumlah pengunjung, okupansi hotel ya, yang menginap di Lombok Timur,” ujarnya.Kamis, (08/10/2026).

Sektor perhotelan di daerah tetangga telah mencapai batas maksimal penampungan sebelum ajang balap dimulai. Kota-kota sekitar juga mencatatkan tingkat pemesanan yang menyentuh angka seratus persen untuk seluruh ketersediaan unit kamar mereka.

“Di Lombok Tengah sudah 100 persen menginap, memesan kamar hotel. Di Lombok Barat juga begitu, Kota Mataram. Kita di Lombok Timur juga sudah di atas 50 persen memesan kamar,” ungkapnya.

Lombok Timur memiliki potensi penampungan yang cukup besar untuk menyerap para wisatawan yang belum mendapatkan kamar. Daerah ini menyiapkan ratusan unit tempat menginap resmi untuk menyambut kedatangan para penonton dari luar daerah.

“Sudah rata-rata jumlah hunian di Lombok Timur sudah dipesan. Dari 309 hotel dan homestay, dari 1.600 sekian kamar, sudah di atas 50 persen sudah dipesan,” jelasnya.

Penyesuaian tarif sewa kamar di Lombok Timur dipastikan tetap berada pada batas yang wajar bagi para penginap. Kenaikan harga di wilayah ini jauh lebih terjangkau dibandingkan lonjakan tarif drastis yang terjadi di Lombok Tengah.

“Wajar saja, tetapi di Lombok Timur kenaikannya tidak signifikan dibanding Lombok Tengah. Lombok Tengah itu hampir 200-300 persen. Kita hanya naik sedikit lah. Nggak terlalu banyak kenaikan kita di Lombok Timur,” tuturnya.

Pihak dinas meminta seluruh pelaku industri jasa wisata, agen perjalanan, hingga pemandu lapangan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan para tamu selama berada di Lombok Timur. Pelayanan yang baik akan menentukan minat kunjungan ulang para wisatawan pada masa mendatang.

“Intinya para pelaku wisata, baik itu guide, baik itu pelaku agen tiket, travel, semuanya mari kita jaga tamu kita dengan kenyamanan, keamanan. Tentu bila kenyamanan, keamanan didapat oleh para pengunjung wisata, tentu akan kembali lagi untuk berkunjung ke Lombok Timur,” pungkasnya*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU