Peletakan Batu Pertama Oleh Bupati Tandai Dimulainya Pembangunan Gedung Mother and Child RSUD Selong

LOTIM, Poroslombok.com – Bupati Lombok Timur, Drs.HM. Sukiman Azmy, MM, melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Mother and Child (Ibu dan anak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.R.Soedjono Selong, kamis (8/7/21).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lombok Timur, H.Rumakai SJ.SH, Sekda Lombok Timur HM.Juaini Taofik, Ketua PKK Lotim, Ketua GOW Lotum, TGH.Lalu Muhibban Al-Hafiz, Kapolres Lombok Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Selong, dan Seluruh Kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur, serta seluruh manajemen RSUD Selong.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dr.R.Soedjono Selong, Dr. Tantowi Jauhari, dalam sambutannya menyampaikan, masalah kematian ibu dan bayi di Lombok Timur yang berimbas pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), melatar belakangi pihak rumah sakit, menjadikan pelayanan ibu dan bayi sebagai prioritas yang harus diperbaiki mutu pelayanannya.

Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Bidang Kesehatan tahun 2020-2024 yang point pertamanya adalah peningkatan kesehatan ibu dan anak. Untuk itu, langkah yang ditempuh adalah mewujudkan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis yang baik, menyiapkan SDM yang kompeten dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai di rumah sakit Dr.Seodjono selong.

Tantowi juga menyampaikan, bahwa kondisi existing bangunan RSUD Dr.Soedjono saat ini, menjadi salah satu tantangan perbaikan mutu pelayanan ibu dan bayi. Sebab, letak instalasi-instalasi dan unit-unit yang kritis sifatnya terpencar-pencar dengan jarak yang cukup jauh, sehingga banyak memakan waktu dan tenaga untuk mencapainya.

Instalasi dan unit yang dimaksud, lanjut Tantowi, diantaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ruang Bersalin, Instalasi Bedah Central, Instalasi Laboratorium, ICU, ICU Khusus Bayi, dan Ruang Pemulihan. Idealnya, Instalasi dan Unit ini berdekatan, sehingga pertolongan atau tindakan dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan akurat. Waktu adalah nyawa bagi kegawatdaruratan, sehingga waktu tidak boleh disia-siakan.

“Maka kebutuhan gedung terpadu ibu dan anak menjadi relevan. Dan tekad kami meningkatkan mutu pelayanan ibu dan bayi, sehingga banyak lagi nyawa ibu dan bayi yang dapat diselamatkan di rumah sakit,”ucap Tantowi.

Di depan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda, Tantowi juga menyampaikan rasa syukurnya, ditengah tantangan dan kesulitan akibat pandemi covid-19, Lombok Timur menjadi Lokus penurunan DAK AKB Nasional dan menindak penugasan penurunan DAK AKB terbuka lebar. “Dengan keterbatasan daya upaya dan ikhtiar kami, Allah SWT memberikan pertolongan. Sehingga Alhamdulillah Rumah Sakit Soedjono Selong berhasil memperoleh DAK penugasan ini berupa gedung dan alat kesehatan dengan nilai total 83 Miliar Rupiah,” ungkap Tantowi.

Sementara itu Bupati Lombok Timur, HM.Sukiman Azmy, dalam sambutannya menyampaikan tentang adanya keterharuan yang menyeruak di hati Bupati. Betapa tidak, dari 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTB, Lombok Timur menempati ranking ke sepuluh dan menjadi yang terendah masyarakatnya yang terkonfirmasi positif covid-19.

Bupati merinci, dimana Lombok Timur per hari ini yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 6 orang dan yang dirawat di luar Lombok Timur juga berjumlah 6 orang. sehingga jumlah keseluruhan masyarakat Lombok Timur yang masih dirawat adalah 12 orang. Sementara itu kota mataram masih menempati ranking tertinggi adalah kota mataram yakni 270 lebih, sementara kabupaten lainnya masih diatas 50 orang.

“Alhamdulillah! Kita yang dengan jumlah penduduk terpadat, hanya 12 orang. Dan menjadi yang terendah masyarakatnya yang masih terkonfirmasi covid-19, dari sepuluh kabupaten/kota se-NTB,”ucap Bupati.

Selanjutnya Bupati juga menyampaikan rasa syukurnya karna hari ini dapat melaunching groundbreaking pembangunan gedung Mother and Child, dengan nilai 83 Miliar dari dana hibah pemerintah pusat untuk Kabupaten Lombok Timur. Dan menurut Bupati, hal itu juga anugerah yang patut untuk disyukuri.

Hal itu, menurut Bupati, tidak luput dari ikhtiar bersama dalam menjemput bola kesana-kemari, seperti ke Kemenkes, Bappenas dan ke Kemenkeu. Sehingga akhirnya berhasil dan pada hari ini peletakan batu pertama dapat dilaksanakan yang sekaligus menandai dimulainya kegiatan pembangunan gedung Mother and Child di RSUD Selong.

Pada kesempatan ini juga, Bupati mengajak dan menghimbau semua pimpinan OPD lingkup Pemkab Lotim untuk dapat mencontoh jajaran Direksi Rumah Sakit, dimana Direktur rumah sakit punya dan kenal dengan beberapa pihak yang ada di pusat, di provinsi, dan di tempat lain sehingga ikhtiar itu berjalan dengan baik.

Karnanya Bupati berharap kepada seluruh pimpinan OPD yang punya Kementerian, yang punya Dinas di Provinsi dan lainnya agar lebih sering bersilaturrahmi seperti berkunjung dan bertegur sapa, baik secara langsung maupun dengan melalui media WA dan lain sebagainya. Sehingga jalinan silaturrahmi itu dapat terus berlanjut dan terajut dengan baik.

“Ketika mereka menyusun program di tingkat atas sana. dan karna mereka kita kenal, maka akan selintas dipikirannya akan ingat. Dan ketika sudah ingat maka InsyaAllah pasti ada saja rejeki buat kita. Itu harapan kita semua,”ucap Bupati mencontohkan.

Bupati juga mengingatkan, bahwa kasus kematian ibu saat melahirkan menjadi salah satu faktor rendahnya IPM Lombok Timur. Karnanya, jika kematian tersebut disebabkan karena kelalaian, maka dirinya berjanji akan bertindak tegas terhadap instalasi yang lalai.(NS-PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU