Pemdes Montong Betok Edukasi Masyarakat Melalui Festival Pancing Belut

Lombok Timur. Poroslombok –

Dalam rangka menjaga ekosistem dan penyetopan penyetruman dan penggunaan pestisida dalam penangkapan ikan dan belut, Pemerintah Desa Montong Betok bersama pemuda mengadakan Festival Pancing Lindung ( Pancing Belut) pada hari Minggu ( 20/2/22).

Festival Pancing Lindung di desa Montong Betok kecamatan Montong Gading ini bertujuan mengingatkan atau mengedukasi masyarakat untuk budayakan mengambil manfaat tanpa merusak ekosistem.

Bahkan tidak tanggung – tanggung total hadiah yang disiapkan mencapai jutaan rupiah.

Hal inilah yang disampaikan Sekretaris Desa Montong Betok Rony Farick Ziath saat dikonfirmasi sesaat setelah acara pembukaan festival tersebut.

Dijelaskan Rony Festival Pancing Lindung ini merupakan Festival pertama yang diadakan Pemdes Montong Betok dan akan terus berlanjut tiap tahunnya menjadi even tahunan di Montong Betok.

“Seperti pesan pak Bupati, ini jangan sampai disini tapi terus menerus setiap tahun diadakan” pungkasnya.

Awalnya Jumlah peserta yang mendaftar sekitar 350 tim yang masing-masing tim terdiri dari 5 orang, akan tetapi lanjutnya dari pihak panitia karena mengingat masih masa pandemi akhirnya di kurangi menjadi 50 tim.

“Untuk peserta awalnya dari kecamatan Montong Gading saja, akan tetapi karena masyarakat antusias sekali bahkan se-kabupaten Lotim maka kita buka peserta lingkup Lombok Timur” tuturnya.

Adapun jalur yang dilalui peserta Festival Pancing Lindung ini yaitu melewati 4 dusun terdiri dari dusun Temu Bireng, Lekong Rempung, Lekong Lima dan dusun Lekong Lima Utara.

Kriteria pemenang Festival Pancing Lindung ini dinilai dari banyaknya belut yang didapatkan peserta dan jika jumlah belut yang diperoleh sama maka penilaiannya dilakukan dengan menimbang berat belut tersebut.

Total hadiah yang diperoleh untuk juara 1 yaitu 1 juta rupiah, juara 2 yaitu 750 ribu rupiah dan untuk juara 3 mendapatkan 500 ribu rupiah. Selain itu panitia juga menyiapkan banyak doorprize lainnya” tutur Rony.

Rony berharap dengan diadakannya Festival ini, bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa ekosistem baik ikan, belut bisa tetap lestari dan terjaga karena ini adalah budaya warisan dari nenek moyang kita sendiri.

Selain itu ia juga berharap pemerintah desa bisa menerbitkan peraturan desa tentang pelestarian lingkungan khusus untuk wilayah Montong Betok dan juga ada penekanan dari Camat kepada setiap desa untuk melakukan hal yang sama terhadap pelestarian lingkungan di desa masing-masing.

Opening ceremony Festival Pancing Lindung ini dihadiri bupati Lombok Timur, Kadis DLHK Lotim dan camat Montong Gading. ( Erwin, PL )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU