Lombok Timur, PorosLombok.com – Warga Dusun Terara Selatan, Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang tergeletak tak bernyawa di dalam kamar mandi kantor INTI WARNA GRAFIKA, Kamis (19/12), sekitar pukul 08.30 WITA.
Pria tersebut diketahui bernama Mukhtamat (62), seorang buruh asal Kebon Randu, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Oesman, mengungkapkan kronologi penemuan mayat tersebut. Menurut keterangan saksi, Angga Sapura (20), yang baru saja tiba di kantor untuk membersihkan ruangan pada pukul 08.00 WITA, tidak menemukan korban di tempatnya seperti biasa.
Saksi yang mulai mencari korban akhirnya menuju kamar mandi yang saat itu tertutup rapat. Setelah membuka pintu, saksi dikejutkan dengan penemuan korban yang tergeletak dalam posisi tertelungkup, dengan wajah menghadap ke bawah.
“Saya sempat menggerakkan tangan korban dan memanggil namanya, tapi sudah tidak bergerak lagi,” ujar Angga, seperti yang disampaikan oleh Iptu Nikolas.
Kejadian ini segera dilaporkan oleh saksi kepada warga sekitar dan petugas Polsek Terara. Tak lama kemudian, petugas medis dari Puskesmas Terara tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WITA dan melakukan pemeriksaan awal. Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Terara untuk divisum bagian luar. Pada pukul 10.00 WITA, Tim INAFIS Res Lotim tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dr. Febry Ardiansyah, dokter yang memeriksa jenazah korban dari Puskesmas Terara, menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hanya ada bekas benturan pada kepala yang diduga akibat jatuh di kamar mandi. Kami menduga korban meninggal sekitar pukul 00.30 WITA, kemungkinan besar akibat serangan jantung,” jelas Dr. Febry.
Keluarga korban yang diwakili oleh Rodiah, menyampaikan bahwa mereka menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Kami tidak ingin melakukan otopsi dan menerima ini sebagai takdir. Kami juga tidak akan menuntut secara hukum,” ungkap Rodiah.
Dari hasil analisis sementara, korban yang selama ini bekerja sebagai penjaga malam di kantor tersebut diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Temuan obat penghilang rasa nyeri di tempat tidur korban, serta pengakuan keluarga yang menyebutkan korban sering mengeluh sakit di dada dan kepala, semakin menguatkan dugaan tersebut.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka telah menginterogasi sejumlah saksi, berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Terara, INAFIS Res Lotim, serta keluarga korban untuk memastikan penyebab pasti kematian pria malang ini.
(Arul/PorosLombok)















