Permintaan KTP di Sikur Masih Stagnan Jelang Pilkades, Lebih Banyak untuk Pendidikan dan Update Desil Bansos

Permintaan KTP di UPTD Dukcapil Sikur terpantau stabil menjelang Pilkads. Layanan didominasi pelajar yang mengurus identitas untuk keperluan kuliah serta pembaruan IKD data bansos.

PorosLombok.com – Kondisi permohonan Kartu Tanda Penduduk atau KTP di UPTD Dukcapil Kecamatan Sikur terpantau masih berjalan normal dan tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang pelaksanaan Pilkades.

Sebagian besar warga yang mendatangi kantor pelayanan merupakan pelajar yang memerlukan identitas resmi guna melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.

Kepala UPTD Dukcapil Kecamatan Sikur, Heri Alwan Yasri, S.E., menjelaskan situasi pelayanan administrasi kependudukan di wilayahnya sejauh ini cenderung stabil.

“Rata-rata ada ada peningkatan, terutama ini pemilih pemula, tapi di sini dilihat kesadaran merekalah,” ujarnya.Selasa (13/10/2026).

Kebutuhan dokumen kependudukan ini didorong oleh pelajar kelas tiga SMA atau SMK yang bersiap menempuh pendidikan tinggi setelah lulus.

“Satu yang sudah kelas 3 SMA / SMK ini kan mereka belum,” katanya.

Pihak Dukcapil memastikan dinamika pengurusan K-T-P tersebut belum dipengaruhi oleh tensi politik pemilihan kepala desa yang sedang berlangsung.

“Artinya belum ada sih pengaruh ke sana, artinya belum kita bisa katakan itu untuk kebutuhan pilkades,” ungkapnya.

Aktivitas perekaman data bagi para pelajar tersebut sebenarnya telah menjadi rutinitas tahunan jauh sebelum tahapan pilkades dimulai.

“Karena dari awal-awal sebelum ribut tentang pilkades ini mereka sudah rata-rata karena kebutuhan di sekolah biasanya,” jelasnya.

Di samping itu, pelayanan bagi masyarakat umum tetap berjalan untuk mengakomodasi pembuatan baru serta penggantian kartu yang rusak atau hilang.

“Itu untuk masyarakat biasa tetap saja antusias, sambil mereka buat KTP baru atau perbaikan KTP, karena dari KTP-nya rusak atau hilang, masih ada,” terangnya.

Selain sektor pendidikan, pembaruan data juga berfokus pada pemutakhiran Identitas Kependudukan Digital atau IKD untuk keperluan bantuan sosial.

“IKD ini kan perannya sangat besar sekali I-K-D terkait dengan masalah perizinan sosial itu,” paparnya.

Penggunaan sistem digital ini menjadi syarat mutlak bagi warga yang ingin memproses ataupun mengecek status bantuan sosial.

“Begitu mereka cek desil, mereka harus terkait dengan IKD begitu,” tambahnya.

Pihak UPTD Dukcapil Kecamatan Sikur terus mengimbau warga, khususnya generasi muda yang telah memenuhi syarat usia, untuk segera mengurus dokumen identitas resmi.

“Ya, himbauan kita sih supaya mereka segera datang ke UPT untuk melakukan perekaman, dan mereka segera cepat dapat identitas diri seperti KTP dan nanti cetak ulang IKD-nya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU