Pimpin PPS, Kajari Lotim Plototi Kualitas Fisik Bangunan Kampung Nelayan Merah Putih Ekas

Tim PPS Kejari Lotim sidak proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ekas guna pastikan kualitas fisik sesuai standar PSN setelah sebelumnya mendapat teguran keras dari Menteri KP

PorosLombok.com – Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Timur melaksanakan pemeriksaan intensif terhadap hasil pengerjaan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ekas, Sabtu (28/02) sore.

​Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan turunan pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mengawal infrastruktur vital bagi sektor perikanan daerah agar tidak terjadi penyimpangan.

​“Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kualitas pekerjaan pembangunan strategis berjalan sesuai ketentuan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur I Gusti Ayu Agung Fitria Chandra Wati.

​Pimpinan Adhyaksa setempat menegaskan pengawasan lapangan secara langsung menjadi instrumen vital untuk memproteksi setiap rupiah anggaran negara agar memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

​“Kegiatan berjalan aman dan lancar sebagai wujud komitmen Kejaksaan dalam mendukung pengamanan pembangunan,” jelasnya.

​Institusi penegak hukum tersebut memastikan fungsi kontrol akan terus diperketat sampai seluruh fasilitas publik di lokasi tersebut benar-benar siap digunakan tanpa adanya kecacatan konstruksi.

​Pemeriksaan ini menyusul kemarahan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono yang sebelumnya menilai pengerjaan infrastruktur di lokasi tersebut sangat buruk.

​Tokoh nasional tersebut mendesak agar seluruh bagian bangunan yang dianggap asal-asalan segera dikoreksi total agar tidak membuang anggaran negara yang sudah dialokasikan.

​”Saya minta semua dibenerin, dikoreksi semua, finishing nya, nggak benar ini!” kata Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono.

​Ia secara langsung mempertanyakan kualitas pembangunan kepada pihak pelaksana proyek yang dinilai bertanggung jawab penuh atas rendahnya mutu bangunan di kawasan pantai tersebut.

​”Kamu bikin bangunan kaya gini, kenapa, ha? Bagus nggak bangunannya? Coba kamu bikin yang benar dong,” ujarnya.

​Trenggono menyoroti kondisi gudang beku yang memiliki akses masuk terlalu sempit serta terdapat celah-celah kecil yang berpotensi mengganggu efektivitas operasional harian nelayan.

​Kemarahan pimpinan KKP ini mencapai puncaknya saat melihat lantai semen di samping gudang beku portabel tersebut tampak mengalami keretakan yang cukup lebar.

​Menteri kemudian menunjuk langsung kerusakan lantai tersebut menggunakan kaki sebagai bentuk protes keras atas ketidakseriusan kontraktor dalam mengeksekusi kontrak pekerjaan yang disepakati.

​Pemerintah menegaskan bahwa proyek strategis harus dikerjakan dengan standar tinggi karena fasilitas ini merupakan hak masyarakat yang dibiayai oleh pajak rakyat secara luas.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU