Ponpes Nurul Azhar Membentuk Karakter Santri Mandiri

Pada dasarnya semua unit usaha tersebut berperan memenuhi kebutuhan pondok dan santri. Setelah kebutuhan internal tercukupi, maka Ponpes akan mendistribusikan produk-produknya ke berbagai tempat sesuai kebutuhan pasar. Perlu ditegaskan di sini, motif para santri bekerja bukanlah motif komersial apalagi eksploitasi. “Mereka bukan bekerja, tapi belajar dan mengabdi kepada pondok yang telah mendidiknya,” katanya.

Selain prinsip ekonomi yang dijalankan Ponpes ini juga dikenal dengan pembelajaran bahasanya, untuk saat ini sudah ada 3 pembelajaran bahas, yakni inggris, arab, dan mandarin. Uniknya juga dalam perkembangannya Ponpes yang dulu hanya di mukimi oleh 2 orang santri ini berkembang atas dasar kemandirian dari santri juga. “Bangunan yang ada disini semua itu hasil dari santri, mereka yang jadi tukangnya,” ungkap Hendriawan.

Hasil dari didikan kemandirian ala Ponpes Al-Azhar sekarang santrinya sudah berkembang menjadi 130 santri. Dan menjadi salah satu yayasan Pendidikan yang cukup maju di Lombok Timur.

(Arul / PorosLombok.com)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU