Lombok Timur. Poroslombok –
Pondok Pesantren Ulil Albaab NW desa Perian kecamatan Montong Gading mengadakan acara Launching Produk UMKM ( Usaha Mikro Kecil Menengah ) kelompok TKM / Wirausaha “Maju Bersama” sekaligus peresmian PT. Ulil Albaab Management pada hari Rabu (3/3/22).
Ketua Panitia H. L. Najib Kazwani, S.Pd.I. dalam sambutannya menyampaikan kelompok wirausaha “Maju Bersama” akan mengembangkan satu produk unggulan yakni Kerupuk Ikan Nila. Hal ini dilakukan karena potensi wilayah sekitar Ulil Albab yang berada di desa Perian merupakan yang sebagian besar masyarakatnya menggeluti budidaya ikan air tawar.
Sebagaimana diketahui desa Perian merupakan desa paling utara di kecamatan Montong Gading yang berada di pinggir hutan TNGR. Sehingga tentunya air yang melimpah dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk budidaya ikan, walaupun sebagian besar juga dimanfaatkan untuk irigasi persawahan.
Tidak heran sehingga sepanjang jalan wilayah desa Perian banyak dilihat kolam – kolam ikan. Hal ini dilakukan Petani ikan mengkonversi lahannya di lahan pertanian ke lahan perikanan.
Adapun hasil perikanan selama ini terserap hanya oleh sektor konsumsi dan pemancingan – pemancingan ikan.
“Biasanya pasar hasil budidaya ikan itu untuk konsumsi dan pemancingan, sekarang kita akan coba inovasikan dalam bentuk produk kerupuk Ikan Nila” terangnya.
Dijelaskan L. Najib, produk unggulan kerupuk Ikan Nila ini adalah kerupuk yang cita rasanya agak berbeda dengan olahan kerupuk ikan hasil laut karena tidak terlalu amis dan cita rasanya enak dan lezat.
L. Najib menceritakan bahwa tahun 1997 ketika Pondok Pesantren Ulil Albaab mendapatkan Penghargaan Nasional sebagai Ponpes yang memelihara Ketahan Pangan dan ia diundang ke Istana Negara bersama Ponpes lainnya yang juga mendapatkan penghargaan.
Pada waktu L. Najib sempat berkunjung ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung yang didirikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Yang luar biasa, di sana dikembangkan produk yakni belut diolah menjadi belut kering dan juga kerupuk belut. Bahkan kerupuk Belut dan belut kering ini dikirim ke negara jepang dan negara lainnya.
Oleh sebab itu, inovasi – inovasi seperti itu nanti akan di adopsi sehingga bagaimana produk – produk unggulan UMKM “Maju Bersama” bisa membantu pemasaran produk dari peternak atau budidaya ikan lokal yang ada.
Dengan diluncurkannya program ini, L Najib serta seluruh pengurus berharap mudah – mudahan kerjasama ini bisa berkesinambungan dengan pimpinan Pusat Muslimah, dengan ibu-ibu PKK, Dharma Wanita, mulai dari tingkat desa sampai tingkat Kabupaten bahkan Provinsi.
(Erwin, PL).

















