​Rapor Merah BUMD Lotim, Kredit Macet Selaparang Finansial Tembus 10 Persen

Bupati Lombok Timur semprot manajemen PT Selaparang Finansial karena kredit macet tembus 10 persen dan instruksikan penagihan utang masif untuk sehatkan BUMD

PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan rapor merah terhadap kinerja PT Selaparang Finansial dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 di Labuhan Haji, Selasa (3/3).

​Haerul Warisin menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga keuangan daerah sangat bergantung pada ketepatan strategi manajemen dalam mencari solusi konkret atas setiap permasalahan yang muncul.

​“Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5% tapi kredit macet di atas 10%. Apakah itu bagus? Tidak,” kata Bupati.

​Manajemen diinstruksikan untuk segera memprioritaskan penagihan utang dengan melibatkan seluruh elemen karyawan yang sebelumnya wajib dibekali pelatihan khusus agar target tercapai secara maksimal.

​“Kita sesuaikan target dengan potensi yang masuk akal. Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan,” ujarnya.

​Bupati mengingatkan bahwa BUMD memiliki fungsi ganda yakni meraih profit sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat, sehingga setiap kebijakan strategis dilarang diputuskan secara sepihak oleh direksi.

​“Kredit macet turun dan keuntungan harus naik,” jelasnya.

​Dewan Komisaris Utama PT Selaparang Finansial Muhammad Isra’I mengakui bahwa performa perusahaan sepanjang tahun berjalan memang belum maksimal akibat pengaruh dinamika ekonomi nasional yang tidak menentu.

​“Periode ini merupakan fase transisi krusial dalam estafet kepemimpinan yang harus dikelola secara akuntabel,” jelasnya.

​Pihak manajemen kini mulai mengimplementasikan langkah taktis berupa restrukturisasi piutang serta memperketat prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan guna menyehatkan kembali neraca perusahaan.

​“SDM merupakan aset utama dan kami memberikan fasilitas BPJS bagi 25 karyawan untuk menjamin integritas kerja,” jelas Direktur Utama Iva Nuril Solihani.

​Pemerintah Daerah berharap PT Selaparang Finansial segera melakukan pemetaan ulang potensi pasar agar dana modal tidak hanya mengendap di bank, melainkan berputar produktif bagi rakyat,*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU