LOTIM | Poroslombok.com – Tepat pada tanggal 26 September 2021 kemarin genap tiga tahun kepemimpinan Sukma. Selama masa tiga tahun kepemimpinan paket Sukma, tentu masih banyak janji-janji pada saat kampanye belum mampu dipenuhi.
Beberapa janji yang belum mampu dipenuhi diantaranya adalah soal air mengalir sepanjang musim dan jalan mulus sepanjang ruas jalan. Hal itu disampaikan Bupati Sukiman dalam sambutannya pada acara refleksi tiga tahun kepemimpinan Sukma yang digelar di pendopo bupati, senin (27/09/21).
Atas masih banyaknya janji-janji yang belum terpenuhi, Bupati Sukiman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Lombok Timur. Tanpa menjadikannya sebagai alasan, pengaruh faktor pandemi covid-19 telah mengakibatkan banyak program yang sudah direncanakan namun tak dapat diwujudkan.
Namun demikian, seiring dengan tema “Tangguh dan Maju Bersama” ditahun keempat nanti diharapkan pemerintahan Sukma semakin cepat merealisasikan visi dan misinya untuk masyarakat Lombok Timur yang Adil Sejahtera dan Aman.
Dari release yang diterima oleh media ini, terdapat puluhan bahkan belasan pencapaian yang diraih meski ditengah berbagai keterbatasan. Berikut kami rangkum pencapaian pemerintahan Sukma selama tiga tahun:
IPM LOMBOK TIMUR NAIK PERINGKAT DARI 9 KE 8
IPM merupakan indeks gabungan atau indeks komposit dari tiga dimensi, yaitu dimensi kesehatan yakni umur panjang dan sehat, dimensi pendidikan atau pengetahuan, dan dimensi ekonomi yakni standar hidup layak. Berdasarkan data BPS Lombok Timur (2020) IPM Lombok Timur pada tahun 2018 sebesar 65,35 kemudian naik menjadi 66,23 pada tahun 2019 dan naik lagi menjadi 66,30 pada tahun 2020. IPM Lombok Timur baik pada tahun 2018 maupun 2019 berada pada peringkat 9 dari 10 kabupaten/kota di NTB kemudian naik menjadi peringkat 8 pada tahun 2020.
GDI LOMBOK TIMUR PERINGKAT 6
Indeks Pembangunan Gender (Gender Development
Index/GDI) merupakan indeks pencapaian kemampuan dasar pembangunan manusia yang sama seperti IPM yaitu pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dengan memperhatikan ketimpangan gender. Dalam pada itu, GDI digunakan untuk mengukur kesenjangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan data BPS NTB (2020) nilai GDI Lombok Timur pada tahun 2017 sebesar 91,12 kemudian naik menjadi 91,14 pada tahun 2018 dan naik lagi menjadi 91,16 pada tahun 2019. GDI Lombok Timur pada tahun 2019 berada pada peringkat 6 dari 10 kabupaten/kota di NTB
GEI LOMBOK TIMUR PERINGKAT 4
Indeks Pemberdayaan Gender (Gender Empowerment
Index/GEI) merupakan indeks untuk mengukur peran aktif perempuan pada dimensi politik, ekonomi dan pengambilan keputusan. Dimensi politik direpresentasikan oleh keterwakilan perempuan di parlemen, dimensi ekonomi direpresentasikan oleh sumbangan perempuan dalam pendapatan, dan dimensi pengambilan keputusan direpresentasikan oleh persentase perempuan sebagai pejabat tinggi, tenaga
professional, manager, administrasi, teknisi. Berdasarkan data BPS NTB (2020) bahwa nilai GEI Lombok Timur pada tahun 2018 sebesar 60,79 kemudian naik menjadi 65,67 pada tahun 2019. GEI Lombok Timur pada tahun 2019 berada pada peringkat ke-4 dari 10 kabupaten/kota di NTB.
ANGKA KEMISKINAN TURUN SIGNIFIKAN
Angka Kemiskinan Lombok Timur 2018 – 2020 Berdasarkan data BPS Lombok Timur (2020) angka kemiskinan Lombok Timur mengalami penurunan dari 16,55 persen pada tahun 2018 menjadi 16,15 persen pada tahun 2019 dan turun lagi menjadi 15,24 persen pada tahun 2020. Angka kemiskinan Lombok Timur 2019/2020 mengalami penuunan signifikan yakni sebesar 0,91 persen poin dan merupakan penurunan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir sejak tahun 2010.
STATUS IDM LOMBOK TIMUR 2021: “MAJU”
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggunakan sebuah indeks untuk memotret perkembangan kemandirian Desa yang disebut Indeks Desa Membangun (IDM). Satus IDM meliputi desa sangat tertinggal (IDM kurang dari atau sama dengan 0,4907), desa tertinggal (IDM lebih dari 0,4907; tetapi kurang dari atau sama dengan 0,5989), Desa berkembang (IDM lebih dari 0,5989; tetapi kurang dari atau sama dengan 0,7072), desa maju (IDM lebih dari 0,7072; tetapi kurang dari atau sama dengan 0,8155), desa mandiri (IDM lebih dari 0,8155). Berdasarkan data BPS (2018) diperoleh nilai IDM Lombok Timur pada tahun 2018 sebesar 0,6724. Nilai IDM Lombok Timur pada tahun 2019 berdasarkan data Kemendes PDTT mencapai 0,6750 dan sebesar 0,7041 pada tahun 2020. Merujuk pada data Kemendes PDTT 2021 diperoleh nilai IDM Lombok Timur pada tahun 2021 sebesar 0,7337. Berdasarkan perkembangan nilai IDM Lombok Timur sejak tahun 2018 hingga 2021 dapat disimpulkan bahwa Status IDM Lombok Timur dalam periode 2018-2020 tergolong dalam kategori “Berkembang” kemudian pada tahun 2021 Status IDM Lombok Timur naik menjadi “Maju”.
TETE BATU MENYAPA DUNIA
Desa Tete Batu Lombok Timur terpilih mewakili Indonesia dalam lomba skala dunia yakni lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village) yang diselenggarakan oleh Organisasi Parawisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations World Tourism Organization). Dalam lomba skala dunia tersebut, Tetebatu dipromosikan sebagai desa wisata flora dan fauna dengan aneka ragam flora seperti pakis dan sebagainya dan fauna seperti celepuk Rinjani, lutung, burung kakak tua, dan sebagainya. Dalam pada itu, flora dan fauna di Desa Tetebatu
masih tetap lestari karena masyarakat setempat memiliki kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.
DESA KUMBANG 10 BESAR NASIONAL
Desa Kumbang, Kecamatan Masbagik, mewakili Provinsi NTB sebagai desa yang menerapkan keterbukaan Informasi Publik. Desa Kumbang masuk dalam 10 besar desa terbaik nasional untuk keterbukaan Informasi.
BANTUAN DESA WISATA
Pada Tahun 2021 terdapat beberapa desa yang mendapat bantuan Desa Wisata dari Kemendes PDTT yakni Kembang Kuning, Seruni Mumbul, Sembalun Bumbung, Sembalun, Mamben Baru, Pare Mas, Sugian, dan Pringgasela. Disisi lain Desa Tete Batu Selatan ditetapkan sebagai Desa
Kampung Inggris.
IKP LOMBOK TIMUR NAIK SIGNIFIKAN
Ketahanan Pangan telah diatur dalam Undang Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Capaian ketahanan pangan suatu daerah atau wilayah diukur dengan sebuah indeks yang dikenal dengan Indeks Ketahanan Pangan (IKP). Berdasarkan data IKP yang dipublikasikan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian nilai IKP Lombok Timur pada tahun 2018 sebesar 67,40 kemudian menjadi 70,36 pada tahun 2019 dan naik lagi pada tahun 2020 menjadi 73,50.
IRB LOMBOK TIMUR TURUN
Indeks Risiko Bencana (IRB) dihitung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan komponen bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity). Berdasarkan data BNPB diperoleh skor IRB Lombok Timur pada tahun 2018 sebesar 157,06 (tergolong dalam kelas risiko bencana tinggi) kemudian turun menjadi 142,75 pada tahun 2019 dan 2020. Turunnya IRB tersebut menunjukkan bahwa risiko bencana di Lombok Timur baik pada tahun 2019 maupun 2020
tergolong dalam kelas risiko sedang
RSUD dr.R.Soedjono Selong Naik Status Dari Tipe C Menjadi Tipe B
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong naik status dari Tipe C
menjadi Tipe B. Persyaratan rumah sakit untuk menjadi tipe B mengacu pada PMK Nomor 3 dimana dalam aturan itu Rumah sakit harus memiliki minimal 200 tempat tidur, juga ketersedian tenaga SDM, fasilitas dan sebagainya. RSUD dr. R. Soedjono telah lebih dari standar rumah sakit Tipe B, karena jumlah bad tersedia mencapai 300 unit, kapasitas intensif care unit 8 persen dari jumlah bad yakni 24 unit. Dari ketenagaan, spesialis dan sub-spesialis telah memenuhi syarat. RSUD dr. R. Soedjono Selong berubah menjadi Tipe B juga didukung tersedianya berbagai layanan unggulan.
PERTUMBUHAN EKONOMI LOMBOK TIMUR 2020
Pada masa pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi semua kabupaten/kota di NTB yakni 10 kabupaten/kota pada tahun 2020 terkontraksi menjadi minus. Namun demikian, meskipun pertumbuhan ekonomi yang dicapai Lombok Timur pada tahun 2020 mencapai minus (-3,10 persen), tetapi pertumbuhan tersebut merupakan capaian tertinggi dari 10 kabupaten/kota di NTB. Artinya pertumbuhan ekonomi Lombok Timur sebesar minus (-3,10 persen) pada tahun 2020 tersebut berada pada peringkat pertama terbaik dari 10 kabupaten/kota di NTB (BPS Lombok Timur, 2020). Pada tahun 2020 dari 17 sektor lapangan usaha di Lombok Timur terdapat 8 sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan minus yaitu transportasi dan pergudangan (-21,29 persen), konstruksi (-14,83 persen), penyediaan akomodasi dan makan minum (-4,69 persen), perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (-3,65 persen), industri pengolahan (-3,49 persen), jasa perusahaan (-2,56 persen), jasa lainnya (-5,35 persen), pertanian, kehutanan dan perikanan (-0,39 persen). Disisi lain, akibat terkontraksinya perekonomian Lombok Timur pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, maka pada tahun 2021 dilakukan kegiatan pemulihan ekonomi daerah (economic recovery). Dalam pada itu, kegiatan pemulihan ekonomi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2021 yaitu: (1) perlindungan sosial dengan anggaran sebesar Rp.45,9 milyar lebih (Rp.45.934.976.300) dan realisasinya per Agustus 2021 mencapai Rp.Rp.14 milyar lebih (Rp.14.006.779.612) atau sebesar 30,49 persen, (2) dukungan ekonomi anggaran sebesar Rp.34,2 milyar lebih (Rp.34.214.571.701) dan realisasinya per Agustus 2021 mencapai Rp.16,7 milyar lebih (Rp.16.720.631`.821) atau sebesar 48,87 persen, (3) dukungan program pemulihan ekonomi melalui dana transfer umum dengan anggaran sebesar Rp.80,1 milyar lebih (Rp.80.149.548.001) dengan realisasi per Agustus 2021 mencapai Rp.30,7 milyar lebih (Rp.30.727.411.433) atau sebesar 38,34 persen.
KEGIATAN LOMBA
Lombok Timur berhasil menjuarai pemuda pelopor Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2020 dalam beberapa kategori : Juara I (satu) Bidang Sosial Agama dan Budaya an. YUDHA MILIA SHANDI dari Desa Masbagik Kecamatan Masbagik, Juara II (dua) Bidang Pangan an. JAMILYADHATUS SHOLIHAH dari Desa Senanggalih Kecamatan Sambelia, dan Juara II (dua) Bidang Pendidikan an. SITI LAILA ISMIRATUL HILALI dari Desa Tete Batu Kecamatan Sikur. Disisi lain, Lombok Timur berhasil meraih juara 6 umum Musabaqah Tillawatil Qur’an (MTQ) pada tahun 2017 kemudian melompat menjadi juara 2 pada tahun 2019. Dalam lomba desa tahun 2019 Desa Rempung berhasil meraih Juara I Tingkat Provinsi dan Juara 1 Tingkat Nasional. Pada lomba desa tahun 2020 Desa Embung Kandong mampu meraih Juara I Tingkat Provinsi dan Juara III Tingkat Nasional. Pada lomba desa tahun 2021 Desa Labuhan Lombok berhasil meraih Juara II Tingkat Provinsi. Disisi lain, dalam lomba Duta Generasi Berencana (Gen-Re) tahun 2019 Lombok Timur meraih Juara II Tingkat Provinsi dan Juara II Tinkat Provinsi Lomba BKR (Bina Keluarga Remaja) serta Juara Inovasi Terbaik I Tingkat Provinsi pada tahun 2021.
POSYANDU KELUARGA
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur
melalui Dinas Kesehatan meraih penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB atas pencapaian Lombok Timur dalam pengelolaan program promosi kesehatan terbaik tahun 2020/2021 yang telah berhasil mengkonversi 100 persen Posyandu konvensional menjadi Pos Yandu Keluarga. Dalam pada itu, Pos Yandu Keluarga mencakup 5 program (KIA, KB, Imunisasi, Gizi, Diare) dan ditambah integrasi program lintas sektor. Semua (100 persen) Pos Yandu di Lombok Timur yakni sebanyak 1.936 unit telah terkonversi
menjadi Pos Yandu Keluarga pada April 2021.
PENANGANAN STUNTING
Lombok Timur merupakan kabupaten paling replikatif dalam usaha penanganan stunting di NTB. Hal ini ditunjukkan oleh keberhasilan Lombok Timur dalam menurunkan persentase anak balita stunting dari 26,11 persen pada tahun 2019 menjadi 21,07 pada tahun 2020 dan turun lagi menjadi 19,20 persen pada tahun 2021. Keberhasilan tersebut antara lain didukung regulasi pengalokasikan 20 persen dana desa untuk pencegahan dan penanggulangan stunting serta pendewasaan usia kawin. Disisi lain, dikembangkan kerjasama dengan melibatkan perguruan tinggi termasuk PKK melalui program Cega Anak Stunting bersama Masyarakat (Canting Mas).
RUMAH TIDAK LAYAK HUNI
Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Lombok Timur pada tahun 2018 sebanyak 37.110 unit. RTLH tersebut kemudian dibangun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Timur dimana jumlah RTLH yang telah dibangun sebanyak 724 unit pada tahun 2018, sebanyak 1.478 unit pada tahun 2019, mencapai 1.574 unit pada tahun 2020 dan 1.070 unit pada tahun 2021. Jumlah RTLH yang telah dibangun Dinas Perkim Kabupaten Lombok Timur sejak tahun 2018 hingga tahun 2021 mencapai 4.846 unit. Dengan demikian RTLH yang belum dibangun sebanyak 32.246 unit. Dalam pada itu, Lombok Timur nenjadi kabupaten pelaksana terbaik dan tercepat pertama se-Indonesia pada tahun 2020 dan 2021 dalam pelaksanaan pembangunan RTLH yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
TPAKD SEKTOR PETERNAKAN
Lombok Timur “Berkembang” (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga) merupakan program unggulan sektor peternakan Tim Percepatan Aksi Keuangan Daerah (TPAKD) di Kabupaten Lombok Timur. Dalam program ini peternak akan memperoleh pinjaman tanpa bunga melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai pinjaman sebesar Rp.900 ribu dan presmi asuransi sebesar Rp. 300 ribu untuk satu orang peternak.
REFORMASI BIROKRASI
Selama 3 tahun tahun berturut-turut yakni 2018, 2019, dan 2020 laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berhasil meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan Opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Disisi lain, Level Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kabupaten Lombok Timur telah sesuai dengan hasil Quality Assurance (QA) BPKP Pusat yaitu Level III (Terdefinisi). Level Kapabalitas Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) pada Inspektorat Daerah Kabupaten Lombok Timur telah sesuai dengan Quality Assurance (QA) BPKP Pusat yaitu Level III. Dalam pada itu, capaian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk penilaian 8 area Intervensi Monitoring Center for Prevention (MCP) dalam Program Koordinasi Supervisi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Terintegrasi KPK RI pada tahun 2020 sebesar 83,19 persen (terbaik ketiga di NTB setelah Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB); sedangkan, capaian MCP pada tahun sebelumnya yakni sebesar 70 persen pada tahun 2019 dan 58 persen pada tahun 2018. Capaian penyampaian Laporan LHKP untuk Wajib Laporan Tahun 2020 yang penyampaian laporannya dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2021 adalah sebesar 99,35 persen dimana capaian tahun sebelumnya yakni sebesar 94,27 persen pada tahun 2019 dan 70 persen pada tahun 2018.
PENGHARGAAN
Pada tahun 2020 Bupati Lombok Timur dan Sekda Lombok Timur meraih penghargaan terbaik pertama dalam anugrah Lomba Kampung Sehat dari Kepolisian Republik Indonesia. Pada tahun 2021 (Agustus 2021) UPTPP Kecamatan Jerowaru meraih penghargaan sebagai unit kerja pelayanan berprestasi madya atas upaya meningkatkan pelayanan kepada publik dari Menteri Pertanian Republik Indonesia. Pada tahun 2021 Bupati Lombok Timur menerima Anugrah Apresiasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik Desa dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (September 2021).(red)














