PorosLombok.com, LOTIM –
Dalam rangka memperingati hari Pahlawan Nasional 10 November, yayasan Pondok Pesantren Syeh Zainuddin Nahdlatul Wathan (NW) gelar acara Nusantara shalawat, yang berlangsung di Lapangan Ummuna Ummi HJ. Siti Raehanun Zam, Anjani, Lombok Timur,Rabu malam (09/11).
Acara tersebut diikuti oleh ribuan santriĀ Nahdlatul Wathan yang dirangkaikan dengan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskib) yang akan bertugas pada apel hari Pahlawan.
Ratusan lampu lampion dan panji-panji Nahdlatul Watan berkibar memenuhi tempat acara, untaian shalawat dan lagu-lagu perjuangan sang Maulana menggema di sudut Komplek Yayasan Pondok Pesantren.
Moh Munir Faozi selaku Ketua Pantia Manyampaikan bahwa acara ini merupakan acara tahunan sejak ditetapkannya TGKH Zaenuddin Abdul Madjid menjadi Pahlawan Nasional, serta merupakan bentuk syukur keluarga besar NW atas penganugerahan gelar pahlawan kepada pendiri organisasi ini. Selain itu kata dia, sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan semua Pahlawan yang telah membawa bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka.
Sebelumnya beberapa kegiatan telah dilaksanakan, seperti hiziban akbar dan beberapa kegiatan lainnya, dan pagi esok akan digelar apel upacara bendera.
“Alhamdulillah, santri mau pun jamaah sangat antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan ini,”tandasnya.
Almagfurullah Mualana Syaikh sebagai pendiri NWDI, NBDI dan NW dinobatkan sebagai pahlawan nasional, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.Ā Sehingga kata dia, Banyak nilai-nilai perjuangan yang bisa dicontoh atau diteladani, untuk menumbuhkan rasa dan jiwa nasionalisme kebangsaan serta meningkatkan cinta tanah air.
“Alhamdulillah, semua kegiatan rangkaian peringatan hari pahlawan ini, mendapat dukungan banyak pihak,”bebernya.
Sementara itu Bupati Lotim melalui Kepala Dinas Sosial H.Surota mengatakan, bahwa organisasi NW khususnya Alamagfurlahu Maulana syeikh sangat banyak berperan penting dalam memajukan pendidikan, khususnya di NTB, terbukti mampu mencetak manusia yang berkualitas dan berguna bagi nusa dan bangsa.
” jika hanya Pemerintah yang bertanggungjawab penuh di pendidikan maka akan kesulitan,” akunya.
Namun Almagfurullah Maulanasyaikh, kata dia, sebelum kemerdekaan sudah memikirkan pendidikan dan membentuk lembaga pendidikan. Bahkan sebelumnya pemerintah berencana mendirikan pendidikan khusus perempuan, namun Maulansyeikh sudah terlebih dahulu membuat sekolah tersebut. yang dinamakan Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI).
“Ini patut kita syukuri, bahwa jasa Almagfurullah Maulana Syaikh pada dunia pendidikan sangat luar biasa,”katanya
di tempat yang sama, Kepala Dinsos H Ahsanul Khaliq, mewakili Gubernur NTB dalam Pidatonya, mengajak para santri untuk meneladani semangat perjuangan Almagfurullah Maulanasyaikh. karena Sebagai pahlawan nasional, tentu ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat NTB.
Menurutnya Maulana syaikh memiliki jasa besar terhadap bangsa ini, bukan saja melalui pendidikan akan tetapi ikut serta berjuang mengusir penjajah di bumi Indonesia.
“Mari kita tetap teladani semangat perjuangan pahlawan nasional Almagfurullah Maulana Syaikh,”ajaknya.
Mewakili keluarga Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Hj. Lale Yaqutunnafis mengatakan, Maulana Syaikh adalah Putra Sasak yang merupakan kebanggaan bangsa dan satu-satunya Pahlawan Nasional di NTB.
Ia mengungkapkan bahwa semua Masyarakat NTB bahkan Indonesia, mengetahui bagaimana sosok maulanasyeikh, tentang cara berpikirnya, cara bertindak, kecerdasannya, kecerdikannya dan sebagainya, termasuk membebaskan bangsa ini dari penjajah.
Kiprahnya di dunia Pendidikan untuk membebaskan masyarakat sasak dari kebodohan dan dari penjajahan sudah tidak diragukan, banyak hal yang dikorbankan demi memerdekakan bangsa indonesia dari penjajahan. Maka dari itu salah satu cara santri dan warga NW menunjukkan kecintaanĀ pada Maulanasyaikh, yakni menghidupkan majelis taklim, menghidupkan perjuangan dan apa yang telah diajarkan.
“Buktikan. Semua harus meneladani Almagfurullah Maulana Syaikh, dalam semua hal, terutama dalam menuntut ilmu, bagaimana agar kita berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Jangan pernah bermalas-malasan,” pungkasnya.
(Arul/ PorosLombok)
















