Salmun Rahman: Tidak Ada Celah Bagi CASN Untuk Melakukan Kecurangan

LOTIM | Poroslombok.com – Tes bagi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kabupaten Lombok Timur sudah dimulai hari ini, rabu 8 september 2021. Pada tahap ini dimulai dengan dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang di selenggarakan di ruang CAT BKPSDM Lombok Timur.

Pelaksanaan Seleksi ini tetap menggunakan Protrokol Kesehatan (Prokes) yang cukup Ketat. Hal itu dikarenakan beberapa waktu lalu ada tiga orang peserta yang tekonfirmasi Positif Covid-19 setelah dilakukan Rafid antigen. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKPSDM), Salmun Rahman.

Seleksi sendiri, kata dia, dibagi menjadi empat sesi. Setiap sesi jumlah pesertanya sebanyak 50 orang dimana terbagi menjadi dua ruangan. Dari 197 peserta yang telah terdaftar namanya untuk mengikuti SKD, terdapat puluhan peserta yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas.

” Sesi pertama 10 orang tidak hadir, sesi kedua 7 orang, sesi ketiga 8 orang, sesi keempat 7 orang tidak hadir tanpa keterangan” terangnya.

Salmun menjelaskan, SKD di hari pertama sebenarnya ada 200 peserta yang mengikuti seleksi tersebut. Namun setelah menjalani rapid antigen sebagai syarat utama untuk mengikuti tahapan ini ada tiga orang peserta terkonfirmasi positif.

Pelaksanaan SKD ini, sambung dia, tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, Dimana tesnya digelar secara online dan terkoneksi langsung dengan jaringan pusat. Sehingga peserta atau siapapun dipastikan tidak ada celah untuk melakukan kecurangan. Pasalnya, tegas dia, tes tersebut bisa ketahui langsung dihari itu juga.

” Bagi para peserta yang tidak mengikuti tes SKD tanpa keterangan maka sudah dipastikan tidak akan lulus ke tahap selanjutnya ” tandasnya.

Tekait tiga orang peserta yang terkonfirmasi positif, kata salmun, mereka punya kesempatan untuk mengikuti tes susulan. Namun semua itu nantinya akan dilihat dari kondisi kesehatannya serta mereka telah dinyatakan sepenuhnya sembuh dari Covid.

“Untuk waktu dan tempat pelaksanaan bagi peserta ujian susulan akibat terkonfirmasi covid-19, maka tentunya menunggu petunjuk dari Kepala BKN selaku Ketua Panselnas CASN 2021.
Tugas BKPSDM selaku Pansel Instansi adalah melaporkan peserta yang tidak bisa ikut akibat hasil Rapid test Antigen terkonfirmasi covid-19,” demikian terang Salmun Rahman.

Berikut Laporan pelaksanaan SKD CASN, Rabu 8 September 2021

Sesi 1
Peserta terjadwal 50 orang dengan rincian ruang A : 25 orang dan B : 25 orang
Hadir : 40 orang (A : 20 & B : 20)
Tidak Hadir : 10 orang ( A : 5 & B : 5)
Keterangan : 2 orang terkonfirmasi positif covid19 (ruang A), 8 orang Tanpa Keterangan.

Sesi 2
Peserta terjadwal 50 orang dengan rincian ruang A : 25 orang dan B : 25 orang
Hadir : 43 orang (A : 22 & B : 21)
Tidak Hadir : 7 orang ( A : 3 & B : 4)
Keterangan : 7 orng Tanpa Keterangan.

Sesi 3
Peserta terjadwal 50 orang dengan rincian ruang A : 25 orang dan B : 25 orang
Hadir : 42 orang (A : 22 & B : 20)
Tidak Hadir : 8 orang ( A : 3 & B : 5)
Keterangan : 1 orang terkonfirmasi positif covid19 (ruang A), 7 orang Tanpa Keterangan.

Sesi 4
Peserta terjadwal 50 orang dengan rincian ruang A : 25 orang dan B : 25 orang
Hadir : 42 orang (A : 21 & B : 22)
Tidak Hadir : 7 orang ( A : 4 & B : 3)
Keterangan : 7 orang Tanpa Keterangan.

Total
Peserta terjadwal 200 orang
Hadir : 170 orang
Tidak hadir : 30 orang
Keterangan :
Terkonfirmasi positif covid-19 : 3 orang
Tanpa Keterangan : 27 orang

Sumber Kabid PPI
Update data Pukul 16.45 wita

Penulis: rul-pl

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU