PorosLombok.com • LOTIM
(Senin 01- Agustus -2022 | Jam 01.00 Wita)
Siang tadi, di salah satu sudut ruangan yang tertata indah dan rapi, tempat itu tak lain adalah ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim bernama H.M. Juaini Taofik. Sosok ini tentu sangat dikenal seantero Bumi Patuh Karya, sebuah kisah teruntai indah.
Bak sajak indah terucap dari bibir Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur itu, wajah lelahnya tak sedikit pun membuat senyum khasnya berkurang, apalagi memudar. “Ah mungkin perasaan saya saja,” gumamku dalam hati. Tapi kupandangi lagi, tetapi semuanya memang nyata adanya.
Dengan ditemani secangkir kopi hangat, ia bercerita tentang rasa rindunya yang terpendam buat anak bungsunya yang tak lain bernama Muhammad Kaisan Tauhid (11) yang jarang ia temui, lantaran kesibukannya sebagai orang nomor tiga di Lombok Timur.
Dulu, sebelum memegang jabatan sebagai sekda Lotim, ia selalu meluangkan waktu untuk bercengkrama sembari mendidik putra-putrinya, terutama yang pertama dan yang kedua. Tak heran jika keduanya kini menjadi anak-anak yang luar biasa.
“Alhamdulillah anak saya yang cowok Lulus di AKPOL dan yang perempuan lulus masuk kedokteran dengan prestasi yang boleh dibilang lumayan,” ucap pria yang akrab dipanggil Kak Ofik, dengan senyum khasnya.
Namun dibalik itu, si bungsu, atau putranya yang nomor tiga membuatnya gundah. Sebab, ia belum bisa memberikan perhatian yang maksimal seperti layaknya yang lain. Terkadang disaat sendiri ia termenung, memikirkan hal tersebut. Kegundahan ini selalu mengganggu dibenaknya. Terkadang menimbulkan perasaan rasa bersalah yang terus menghantuinya.
“Saya rindu sekali dengan si bungsu. karena cuma dia yang tidak pernah saya jemput sekolah” ungkapnya dengan nada sedih.
Muhammad Kaisan Tauhid boleh dikatakan anak yang sedang butuh perhatian, namun kak ofik sadar, dengan tanggung jawabnya yang besar sebagai seorang pejabat publik tidak sepenuhnya bisa ia lakukan. Bahkan sampai malam pun ia harus bekerja maksimal untuk melayani masyarakat Lombok Timur.
Dan ia sadar, bahwa itulah resiko menjadi seorang pejabat publik. Seperti kalimat yang pernah diucapkan salah satu aktor di Film spiderman.”Dibalik Kekuatan Besar Terdapat Juga Tanggung Jawab besar didalamnya”
kak ofik menceritakan, sebelum dirinya memegang jabatan Sekda, disela-sela waktunya ia selalu keluar ketika jam satu siang, untuk menjemput anaknya pulang sekolah. Kini hal itu jarang ia lakukan sehingga masa-masa itu sangat dirindukan, apalagi ada panggilan bapak menjelang siang
“Biasanya ketika nelpon, anak saya selalu bilang Bapak jemput adik, karena bentar lagi pulang,” tutur kak ofik
Cara Sekda mendidik Buah Hatinya
Drs HM Juani taofik merupakan sekda Yang terkenal humanis di semua kalangan masyarakat Lombok Timur, karirnya boleh dibilang ibarat tangga yang naik berlahan tapi pasti, berbagai kelombang kehidupan telah ia lalui, terjalnya jalan tak membuatnya patah arang, hal ini tentu berpengaruh pada mental anak-anaknya,
Didikannya yang keras dan disiplin namun tetap lembut, dengan membiasakan anak-anaknya hidup sederhana mengantarkan mereka (anaknya-red). menjadi orang-orang sukses, Tentu jika kita pikirkan ini suatu yang sangat luar biasa, terbukti, jika dilihat prilaku anak-anaknya mengikuti kesederhanaannya
Kak ofik mengatakan jika mendidik anak harus dimulai dari Nol , jangan biasa memanjakan anak-anak dengan kemewahan, hidup seadanya, akan membentuk karakter anak untuk rendah hati dan mandiri.
Sajak rindu kak Ofik buat sang buah hati seolah berpesan, jabatan tinggi dan harta bukan jaminan memiliki anak yang sukses
(Arul/poroslombok)
















